K-Spotlight

'Time to Hunt' Merupakan Fiksi yang Menggambarkan Dunia Nyata

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Senin, 27 Apr 2020 20:06 WIB
Time to Hunt
Foto: Time to Hunt (Netflix/Juhan Noh)
Jakarta -

'Time to Hunt' membawa para penonton untuk berkunjung ke sebuah dunia baru. Korea Selatan diceritakan terpuruk, bahkan membuat semua usaha gulung tikar.

Diwawancara belum lama ini, sutradara Yoon Sung Hyun mengaku usahanya membuat sebuah dunia baru tidaklah mudah. Ada elemen-elemen tertentu yang harus dipikirkan agar para penonton percaya akan keberadaan dunia baru tersebut.

"Membangun sebuah dunia fiksi yang baru sangat menantang. Pertama-tama, pemirsa harus dibuat yakin secara visual untuk menerima dan memahami dunia yang akan diceritakan di film," ungkapnya.

"Kami bekerja keras saat mencari lokasi, desain, pencahayaan, syuting, dan CGI untuk mencapai apa yang bisa diliat di film. Saya juga berusaha mempertahankan ketegangan selama film melalui staging, musik, dan latar belakang suara," lanjut sutradara Yoon.

Ia pun mengaku bercermin pada dunia yang sebenarnya saat membuat dunia fiksi di 'Time to Hunt'. Sutradara Yoon sebaik mungkin mempertahankan keaslian dari Korea Selatan yang sebenarnya saat membuat film tersebut.

"Saya mencoba yang terbaik untuk tetap menunjukkan keaslian karena saya ingin membuat film fiksi yang menggambarkan dunia nyata. Semua elemen sinematik berkontribusi pada realitas yang ingin disampaikan," jelasnya.

"Akting, desain, syuting, pencahayaan, CGI, kostum, dan makeup adalah bagian dari itu semua. Saya kerap berinteraksi dengan para aktor dan kru di lokasi syuting untuk menjaga semuanya tetap nyata dan sesuai fakta," pungkasnya.

'Time to Hunt' saat ini sudah ditayangkan dan bisa disaksikan di Netflix.



Simak Video "Ringgo Agus Cerita Sang Istri Melahirkan Normal saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/nu2)