detikHot

Main Stage

Pergi Pagi Pulang Pagi, Armada Kenang Perjuangan Merantau ke Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 18:36 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Armada Band Armada. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Sebagai band asal Palembang, Sumatera Selatan, Armada pernah mengalami jatuh bangun ketika merantau ke ibu kota dan merintis karier bermusik. Kisah itu mereka tuturkan dalam wawancara dengan detikHOT, baru-baru ini.

"Pas di sini kamu melihat langsung ternyata sistemnya, industrinya begitu. Ya lumayan kaget sama kerasnya ibu kota, kami anak daerah, di sini kami nggak bisa berleha-leha," cerita Rizal.

Para personel Armada mengisahkan apa saja pertimbangan mereka hingga pada akhirnya memutuskan merantau. Sebelum hijrah ke Jakarta, para personel band itu sebenarnya telah memiliki grup musik masing-masing.

"Kalau di Palembang pada saat itu nge-band belum ada tujuan. Tujuan utamanya cuma main di festival, manggung di kafe atau pencapaian maksimalnya jadi pembuka artis ibu kota. Untuk bikin lagu sendiri itu belum terpikirkan," kenang Mai.



Armada tidak ingin cepat merasa puas hanya sampai di situ. Mereka ingin dapat hidup dari musik dan menjadikan bermusik sebagai mata pencaharian utama mereka.

Dengan impian yang mereka genggam, pada akhirnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta meskipun hanya bermodalkan tekad.

Armada.Armada. Foto: Muhammad Ridho



"Jadi akhirnya, ya sudah deh kami bikin band, coba-coba. Karena dulu kaya nggak mungkin bikin rekaman (di Palembang), jadi kita dengan modal nekat saja (ke Jakarta) karena musisi di Sumatra Selatan itu susah buat album rekaman (saat itu)," ungkap Mai.

Awalnya, band mereka bernama Kertas. Dengan nama Kertas mereka sempat menelurkan album yang memuat lagu 'Kekasih yang Tak Dianggap' yang akhirnya dibawakan ulang oleh Pinkan Mampo.

Hanya saja karena satu dan lain hal, Kertas harus berganti nama menjadi Armada. "Ya intinya ada suatu masalah yang solusi terbaiknya adalah ganti nama demi kebaikan bersama-sama, demi perdamaian yang bersama-sama," terang Mai.



Perjuangan mereka tidak selalu berjalan mulus. Namun, bagi para personel Armada, hal terjal yang mereka lalui berbuah manis.

"Itulah suka duka Armada bisa ada di posisi sekarang, perjuangannya cukup berat, penuh dengan perjuangan yang cukup berat. Alhamdulillah semua perjuangan itu membuahkan hasil," kata Mai.

Ini cuma sebagian kecil dari cerita yang diungkapkan Armada ke detikcom. Mau tahu selengkapnya? Dengarkan podcast Main Stage di Spotify episode Armada yang bakal tayang pada Sabtu, 29 Februari 2020.




Simak Video "Perdana Syuting Video Klip, Angga Yunanda: Menyenangkan Sekali"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com