detikHot

Main Stage

Alasan Navicula Vokal Suarakan Kepedulian Alam dalam Lirik

Rabu, 10 Apr 2019 20:40 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Ari Saputra/detikFoto Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta - Navicula dikenal sebagai band yang vokal menyuarakan isu-isu sosial, salah satu yang paling kencang didengungkan dalam lagu-lagunya adalah yang berkaitan dengan alam.

Band asal Bali itu tak segan menunjukan ketidaksetujuannya pada rencana reklamasi Teluk Benoa hingga rencana pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng lewat lagu.

Vokalis Robi mengakui, alam memang menjadi inspirasi yang besar bagi Navicula. Baginya, dengan menjaga alam, berarti kita turut menjaga berlangsungan manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.

"Dengan sebuah gagasan ekonomi, tindakan ekonomi industri yang kita lakukan ini adalah tujuannya kemakmuran, right? Apa itu kemakmuran? Kemakmuran adalah suatu kondisi dimana kebutuhan manusia itu tercapai. Bukan keinginan, tapi kebutuhan," bukanya dengan menggebu-gebu pada detikHOT.

"Kebutuhan primer itu sandang, pangan, papan. Apa yang paling primer dari primer? Pangan, makanan. Berarti dari semua goal tindakan ekonomi kita adalah memenuhi kebutuhan pangan. Dimana pangan itu tumbuh, dimana sumber pangan? Ya alam," jelasnya.
Alasan Navicula Vokal Suarakan Kepedulian Alam dalam LirikFoto: Ari Saputra/detikFoto

"Kalau semua tindakan ekonomi kita menghancurkan alam, berarti kita menghancurkan tujuan daripada ekonomi kita sendiri. Eko-nomi, udah ada kata eko di dalamnya," imbuhnya.

Selain itu, menurut Navicula, mereka memiliki urgensi mengapa persoalan mengenai alam dan lingkungan hidup harus disuarakan dalam lagu.

Mereka beranggapan, setiap generasi memiliki semangat zaman dan permasalahannya sendiri, mereka melihat generasi kini digempur oleh persoalan pemanasan global.

"Ya setiap generasi punya revolusinya sendiri sendiri ya. Revolusi lingkungan dan revolusi sosial menurutku pribadi ya, itu adalah revolusi di generasinya kita," ungkapnya.

Selain itu, Robi juga berpandangan bahwa permasalahan alam dan lingkungan bisa berpengaruh pada banyak aspek. Apalagi Indonesia dikenal dengan kekayaan alam yang melimpah namun terkendala masalah pengelolaan.

"Ini mempengaruhi kehidupan sosial juga karena kekayaan Indonesia ini kan asetnya itu lebih ke keanekaragaman hayati. Lingkungan hidup kan. Maksudnya yang kita 'jual' itu hutan, laut, proteinnya Indonesia kebanyakan dari seafood kan. Ya kalau itu tercemar dengan plastik kan jadi ancaman kan," urainya.

"Kita lihat misalnya Papua, daerah yang paling banyak tambang dan lain-lain, tapi masyarakatnya paling miskin. Berarti ada kesalahan tata kelola," sambungnya.

Kendati berani menyuarakan berbagai isu sosial dan mengirimkan kritik lewat lagu, Navicula mengaku mereka tidak pernah merasa mendapatkan ancama dari pihak tertentu.

"Keuntungannya apa mengancam kami? Toh kami juga membawa solusi, kami membawa pesan untuk keadilan sosial," tuturnya.


(srs/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com