Dilema Dhyo Haw Soal Pasar dan Musik Reggae yang Mulai Merakyat

Main Stage

Dilema Dhyo Haw Soal Pasar dan Musik Reggae yang Mulai Merakyat

Fakhmi Kurniawan - detikHot
Rabu, 25 Nov 2015 19:54 WIB
Dilema Dhyo Haw Soal Pasar dan Musik Reggae yang Mulai Merakyat
Foto: Reno/detikHOT
Jakarta - Musik reggae disebut musik segmented untuk beberapa kalangan. Tapi pada perjalanannya, musik reggae justru bisa diterima dengan baik apa adanya.

Hal itu lah yang sempat membuat Dhyo Haw dilema. Pada awalnya, Dhyo Haw merasa bahwa reggae perlu adanya revolusi untuk bisa diterima oleh masyarakat.

Namun, kini penikmat musik Indonesia justru mulai terbiasa dengan musik reggae seutuhnya. Hingga akhirnya, Dhyo Haw melihat tak perlu 'bumbu' lain agar reggae bisa dinikmati orang banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut gue, reggae ada di line-nya. Ternyata ada di line-nya, gue nggak ngerti kita pas atau terlalu terlambat. Sekarang justru pendengar reggae upgrade," ungkapnya kepada detikHOT belum lama ini.

"Gue udah coba beberapa cara (tambahkan unsur musik lain) untuk bisa nge-grab. Tapi ternyata sekarang justru pendengar lebih pinter, mereka nggak suka reggae dibikin pop karena sekarang udah ngerti," lanjutnya.

Meski begitu, Dhyo Haw tak berkecil hati. Lewat major label, Dhyo Haw ingin membuat suguhan musik reggae bisa lebih terdengar merakyat.

Selain itu, Dhyo Haw juga ingin jadi salah satu pejuang musik reggae Indonesia. Mengikuti beberapa 'dedengkot' musik reggae lainnya.

"Visi gue adalah dari puluhan band di Indonesia. Ya ada Tony Q, ya memang udah legend banget. Lewat dari Warner pengen ada pejuang reggae Indonesia," tutupnya. (fk/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads