Di kehidupan grup band Elephant Kind, pola itu juga terjadi. Dihuni tiga personel yang masing-masing punya idola dan selera sendiri terhadap musik.
Anehnya, tak satu pun dari Bam Mastro, Dewa Pratama dan Bayu Adisapoetra yang punya satu benang merah dalam hal menggemari musisi. Tentu saja terkecuali musik yang mereka ciptakan sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sangat jauh berbeda dengan vokalis/gitaris Bam Mastro. Personel yang lama menghabiskan hidupnya di Australia itu justru lebih senang bermain-main dengan musik rap dan hip-hop ala Kanye West dan Kendrick Lamar.
"Gue sekarang lagi dengerin musisi Australia Jared James. Gue juga lagi dengerin Kendrick Lamar. Keren banget sih, gue pengen bikin musik sebagus dan 'sehitam' itu sih. Gue juga lagi ngulik Sore, karena dulu gue belum sempat dengarin mereka," ujarnya.
"Gue nggak berhenti dengerin Kanye West. Musik pertama yang gue denger dulu waktu kecil itu Michael Jackson sama Queen. Waktu Michael Jackson meninggal gue cari 'raja' baru gue, dan gue temuin di Kanye West. The next Michael Jackson itu nggk bakal hadir dalam sosok yang mirip dan menurut gue the next Michael Jackson itu ya Kanye West," jelas Bam.
Lain lagi dengan drummer Bayu yang juga masih terperangkap dalam masa kejayaan musik old school punk.
"Gue masih dengerin musik-musik old school punk. Gue dengerin pop punk juga ala New Found Glory juga. Sekarang-sekarang ini lagi suka sama Mumford & Sons. Kalau lokal gue lagi suka sekarang sama Pola Wars," tutupnya.
Satu lagi dari Elephant Kind adalah tentang makna di balik nama mereka. Sebuah pernyataan klasik dan cenderung membosankan dari babak hidup mereka. Apa itu? Tunggu di detikHOT!
(mif/fk)











































