Major Lazer mengaku tak perlu bantuan label karena internet bisa jadi sarana yang dipakai layaknya label. Mulai dari promosi hingga distribusi bisa dilakukan lewat internet.
"Kami sadar label saat ini adalah internet. Jadi saat kami punya sesuatu yang keren kami bisa rilis lewat internet," ucap salah satu personel Major Lazer, Diplo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Major Lazer ternyata punya pengalaman pahit tentang major label. Mereka sempat 'dibuang' Interscope karena dinilai banyak menuntut.
"Interscope buang Major Lazer karena kami minta uang untuk video klip 'Get Free'. Padahal lagu itu terjual sampai 150 ribu kopi," jelas Diplo.
Sejak itu, mereka seperti sudah tak percaya lagi dengan label. Selain itu, Major Lazer juga mulai gerah melihat industri musik yang disebut mereka mulai seragam.
Hingga mereka punya misi untuk membuat industri EDM lebih warna. Tak melulu seragam dengan yang itu-itu saja.
Baca Juga: 'Metamorfosa', Konser Penuh Cinta dari Andien
"Banyak DJ yang muncul dengan tampilan yang sama. Kami bosan dengan itu. Kami akan muncul jadi pembedanya," tegas Diplo.
Musik Jamaika disebut punya pernana besar di musik Major Lazer. Nah kenapa? Simak MainStage detikHOT buat temukan jawabannya.
(fk/mmu)











































