ADVERTISEMENT

Main Stage

Lika-liku Perjalanan Formasi Terkuat Edane

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Rabu, 26 Agu 2015 18:12 WIB
Edane (Facebook)
Jakarta - Gonta-ganti personel memang sudah lama menggeluti grup rock Edane. Khususnya divisi vokal yang bisa dikatakan berganti setiap Edane merilis album.

Dimulai dari proyek duo Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh bernama E & E. Proyek itu pun berakhir, berubah menjadi band dengan format Fajar Satriatama sebagai drummer, Iwan Xaverius pun bergabung sebagai pembetot bass, Eet Sjahranie gitar dan Ecky Lamoh vokalis andalannya pada tahun 1991.

Ucok alias Heri Batara masuk menggantikan Ecky Lamoh tahun 1992. Cukup lama bertahan, pria di balik mikrofon kembali berganti menjadi milik Trison di 2002. Sayang, Trison tak juga langgeng, posisi itu dihuni oleh Robby hingga 2005. Setelah fase Robby usai, ternyata Edane tidak hanya kehilangan satu orang, tapi sekaligus dua. Bassis Iwan Xaverius pun memutuskan untuk mundur, menyisakan Eet dan Fajar sebagai pendiri.

"Setelah tahun 2005 itu, Edane hilang dari peredaran. Tapi kami masih terus jalan secara off air. Kami melakukan semacam audisi tidak resmi, kami coba banyak musisi untuk vokal dan bass dengan langsung diajak manggung. Malah bisa juga dikatakan tur, ada beberapa titik," cerita Eet Sjahranie kepada detikHOT saat berbincang di suatu siang yang santai.

"Termasuk saat itu adalah Ervin yang dicoba sebagai vokalis. Sempat coba-coba yang lain, akhirnya Ervin kita panggil lagi untuk menjadi personel tetap. Waktu itu ketemu Oktav dan Hendra pas lagi jamming, dia menawarkan diri. Untungnya masuk," seloroh gitaris asal Samarinda itu seraya tertawa.

Tercatat resmi tahun 2010, Edane memiliki formasi barunya, Eet, Fajar, Ervin (vokal), Hendra (gitar) dan Oktav (bass). Formasi yang dinilai mereka sendiri, adalah yang paling pas sepanjang perjalanan band pelantun hits 'Ikuti' itu.

"Harus gue akui, kalau formasi ini adalah yang paling sesuai menurut gue. Ini adalah formasi Edane yang gue inginkan sejak lama, sejak dulu," tegas Eet.

Label rekaman cadas Log Zhelebour juga langsung merekrut mereka. Sebuah album yang menjadi koleksi ke-7 dirilis bertajuk 'Edan'. Sayang, perjalanan itu bukanlah yang terbaik bagi band kelahiran 1991 itu. Industri musik yang tidak lagi membawa angin segar kepada musik rock, membawa Edane kembali ke peraduan.

"Kenyataannya, Log Zhelebour juga tidak berani mempromosikan kita. Bahkan Jamrud mereka saja juga tidak berani diangkat. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan sendiri sampai hari ini. Alhamdulillah, ada respon lagi karena lagu 'Hail Edan' itu," tegas Oktav.

Meski hari sudah beranjak malam, semangat Edane masih akan terus hadir di 'Main Stage' detikHOT. Masih banyak cerita seru dari mereka yang belum tersampaikan. Apa saja? Simak terus detikHOT ya!

(mif/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT