ADVERTISEMENT

Main Stage

Melihat dan Mendengar Edane Masa Kini Lewat Lagu 'Hail Edan'

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Rabu, 26 Agu 2015 09:52 WIB
Jakarta - Layaknya manusia yang tumbuh dan berkembang, Edane pun demikian. Band rock kawakan yang lahir pada 1991 itu kini sudah memiliki wajah dan semangat baru untuk diperlihatkan dan diperdengarkan.

Menapaki tahun 2015, Edane mempersembahkan single anyar berjudul 'Hail Edan'. Sebuah lagu baru, bernuansa baru sekaligus formasi baru.

"Proses single sejak 2014, berawal dari potongan-potongan riff yang kita buat. Untuk sound, bisa dibilang balik ke old-school, old-school metal lah. Ada unsur-unsur heavy gitar dengan vokal yang lebih. Itulah Edane yang alamiah untuk saat ini," jelas gitaris Eet Sjahranie kepada detikHOT saat berbincang sembari makan siang beberapa waktu lalu.

"Lagunya sendiri itu bercerita tentang sebuah salam. 'Hail' itu artinya salam, di dunia rock, kata 'hail' itu lumrah dipake. Edan itu menggambarkan sesuatu dengan ekspresi. Sama seperti Edane yang sekarang, sudah bukan nama duo lagi, tapi gambaran ekspresi yang gila. 'Edan Eh'," sambung Eet lagi.

Sambil melahap roti lapis di piringnya, gitaris yang sempat terlibat kolaborasi bersama Fariz RM di album 'Bacelona' itu juga membagi cerita dari format baru Edane sekarang. Ada dua personel baru yang melengkapi dua pendirinya, Eet sendiri dan Fajar Saritama (drum).

"Sekarang vokal Edane diperkuat Ervin. Bassis ada Oktav dan gitar lagi dengan Hendra Zamzani. Itu format paling baru Edane yang resmi terbentuk tahun 2010," ungkap Eet.

"Sekarang bisa dibilang kami berjalan semi-indie. Karena kami tidak lagi bekerja sama dengan label, tapi ke platform streaming online, which is bukan label atau manajemen musik," sambungnya lagi.

Single 'Hail Edan' saat ini diberikan secara gratis kepada para penggemar setia Edane melalui situs Digilive. Nantinya single tersebut akan menjadi bagian dari mini album terbaru Edane.

"Sekarang single ini free. Harapannya dalam rangka menuju mini album. Nanti, mini album ini berupa streaming untuk sementara waktu. Setelah itu baru rilis fisiknya," timpal Oktav mengakhiri.

Setelah ini, band pelantun 'Kau Ku Genggam' itu akan menceritakan perjalanan panjang 23 tahun menjadi salah satu unit rock menggema. Termasuk kekecewaan mereka terhadap musik rock di Indonesia. Simak terus hanya di 'Main Stage' detikHOT.

(mif/ron)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT