Killing Me Inside, Kini Lebih Ramah dan Bersahaja
Killing Me Inside tidak lepas dari pandangan-pandangan negatif yang dilontarkan penikmat musik Indonesia. Banyak selentingan yang menyudutkan band yang berdiri tahun 2005 itu.
Salah satunya adalah, sekumpulan anak orang kaya yang membentuk band. Ada juga yang mengatakan Killing Me Inside adalah band pensi (pentas Seni) yang sombong, dan banyak label lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Rilis Album Baru, Killing Me Inside Siap Gelar Tur Konser
"Kita memang mengakui pernah mendengar omongan seperti itu. Dari EO (Event Orginzer), media, banyaklah. Mungkin itu yang benar terjadi pada formasi sebelumnya. Ada yang membuat kami memunculkan kesan seperti itu," ujar pembetot bass, Tetsu.
"Tapi sebetulnya kami tidak seperti itu. Memang ada kasih kami tengil, mungkin karena kami suka bergaya kali ya," sambung Josaphat sembari tertawa.
Namun, band pelantun 'Antara Kau dan Aku Berbeda' itu menegaskan bahwa mereka tidaklah demikian. Sebagai bagian dari kelompok musik side-stream, Killing Me Inside berusaha kuat untuk terus bertahan.
"Kami ini struggle juga. Kami haru usaha kuat untuk bisa maju terus. Makanya memang di formasi yang sekarang, kami mendiskusikan banyak hal, termasuk padangan buruk itu," jelas Tetsu lagi.
Baca juga: Gejolak Pro-Kontra Format Baru Killing Me Inside
Tanpa menyombongkan diri, Killing Me Inside menggambarkan kondisi yang ada pada mereka saat ini. "Sekarang kami amat sangat baru, bersahaja, ramah tamah bermartabat, it's your favourite screamo band, lebih baik dan terasa kekeluargaan," tutup masing-masing pesonel bergantian.
Sebelum menyudahi obrolan panjang bersama detikHOT, Killing Me Inside mengungkapkan satu hal lagi. Cerita di balik polemik hengkannya Onad bulan September lalu. Seperti apa? Simak terus di detikHOT!
(mif/mmu)











































