Grup band yang diisi oleh Rian (vokal), Kiki (gitaris), Rama (gitaris), Rayyi (bass) dan Wahyu Piadji (drum) itu memulai kiprahnya dengan berkhayal. Tentu saja, dibarengi dengan keyakinan dan kerja keras.
"Dari dulu memang suka khayal, sering pas latihan naik ke atas kursi, apa kabar Surabaya? Nah, sekarang udah bisa di atas panggung, itu yang disebut intuisi terus ditambah keyakinan, bisa kejadian," ungkap sang vokalis Rian saat mampir ke kantor detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daya khayal juga membawa mereka pada keyakinan saat menapaki karier lewat festival band yang mulai mereka ikuti. Kenangan manis pun selalu terasa sepanjang percobaan mereka mengikuti festival mulai dari 2003 hingga 2007 lalu.
"Lucunya dulu kita sebelum menang malahan kita udah bagi-bagi uang aja. Dari buat bayar utang sampai semuanyalah," kenang Rama.
Selain itu perjalanan mereka mengikuti festival dan menapaki jejak dari nol bersama justru menjadi obat untuk mereka tetap solid. Bahkan membuat mereka bersama layaknya seorang saudara bukanlah anggota grup band semata.
"Perjalanan kita dari awal itu ya membuat kita personel lain udah anggap sebagai saudara sendiri. Apalagi kalau diitung lebih sering bareng-bareng dibanding dengan keluarga di rumah. Bikin kita masih hangat terus," tutur Kiki.
Sang drumer, Wahyu pun menyambung pernyataan Kiki. "Beda pendapat itu harus tapi setelah itu ya mendingan semuanya ngomong. Sampai saat ini nggak pernah perselisihan ya ini keluarga dan nggak ada yang pernah konflik banget," ungkapnya.
Rian 'd'Masiv' memutuskan Itikaf hingga lahirnya 'Saat Terbaik'. Bagaimana cerita selanjutnya? Simak terus detikHOT hari ini!
(fk/mmu)










































