Mark, Taeyong, dan Doyoung Jadi Saksi Rusuh di Konser NCT 127

ADVERTISEMENT

Mark, Taeyong, dan Doyoung Jadi Saksi Rusuh di Konser NCT 127

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 05 Nov 2022 14:03 WIB
Alifia Selma Safira
Foto: (dok. Alifia Selma Safira/detikcom)
Jakarta -

Konser NCT 127 di ICE BSD, Tangerang, berlangsung selama dua hari sejak Jumat (4/11) hingga Sabtu (5/11). Ada kejadian tidak menyenangkan di konser hari pertama, yang sayangnya harus disaksikan langsung oleh para member NCT 127.

Konser bertajuk NCT 127: 2nd Tour Neo City: Jakarta - The Link merupakan gelaran yang sudah dinantikan oleh NCTzen Tanah Air. Sebenarnya konser itu menjanjikan keceriaan dan pengalaman seru yang tidak terlupakan. Namun tidak sampai akhir konser harus dihentikan, karena fans di kelas festival 1C dorong-dorongan.

Akibatnya 30 penggemar pingsan dalam insiden itu. Tidak hanya itu, pagar pembatas antara kelas festival dengan panggung juga ambruk. Taeyong, Mark, dan Doyoung pun menyaksikan kejadian itu di atas panggung yang membuat raut wajah mereka muram.

Potret Taeyong, Mark, dan Doyoung usai kejadian beredar di media sosial lewat foto dan video. Salah satu penonton konser hari pertama, Rini, membenarkan bahwa mereka melihat sendiri kerusuhan yang terjadi.

"Mark dan Taeyong yang ngeh pertama, Doyoung ada di sebelah kanan dan nunjuk-nunjuk (ke arah penonton) juga," beber Rini kepada detikcom.

Hal itu diamini oleh Asep yang berada langsung di lokasi kejadian. Asep berdiri di kelas festival 1C. Awalnya Asep santai merekam dengan ponsel, namun kemudian dia menyadari ada yang tidak beres ketika melihat ekspresi Doyoung.

Asep bercerita, Doyoung tadinya melakukan gimmick lempar bola dengan santai. Saat kerusuhan terjadi raut wajahnya berubah khawatir.

"Doyoung tadinya masih lempar bola pas pagar rubuh itu. Tiba-tiba dia melotot kaget (waktu sadar ada fans jatuh dan pagar rubuh)," kisah Asep.

Dilanjutkan oleh Asep, setelah pagar ambruk karena penonton yang berdesakan, konser tetap berlanjut seperti biasa. NCT 127 sempat menyanyikan satu lagu yakni Touch.

"Karena ambruknya di depan polisi, polisi langsung suruh hentikan. Tapi mungkin informasi itu belum sampai ke pihak Dyandra, jadi masih lanjut satu lagu. Touch masih dinyanyikan. Tapi pascakejadian itu, kita disuruh istirahat lima menitan buat benerin pagarnya. Setelah itu baru mulai lagu Touch. Nah karena sudah ada imbauan pihak kepolisian buat menghentikan konser, setelah Touch, ada pengumuman dari pengeras suara," lanjut Asep.

"Kurang lebih isinya 'karena perjanjian kami dengan pihak promotor tidak boleh ada yang pingsan lebih dari 30 orang, jadi event ini harus dihentikan'. Itu yang ngomong polisi langsung," tambah Asep.

Kehebohan tidak berhenti sampai di situ. NCTzen yang mendengar pengumuman langsung protes dan ingin acara tetap dilanjutkan. Teriakan-teriakan mulai terdengar, namun Asep memilih untuk segera keluar usai diminta bubar oleh pihak kepolisian.

Pengumuman diulangi oleh pihak penyelenggara yang berisi imbauan soal keselamatan fans. Diberitahukan lewat pengeras suara, karena kondisi yang tidak kondusif sehingga acara terpaksa harus dihentikan.

"Silakan keluar dari lokasi sekarang," begitu kisah Asep menirukan suara dari speaker di venue konser NCT 127: 2nd Tour Neo City: Jakarta - The Link yang rusuh.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT