ADVERTISEMENT

Breaking! Girlband APRIL Bubar

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Jumat, 28 Jan 2022 09:18 WIB
APRIL
Foto: (dok. ist)
Jakarta -

APRIL debut di dunia musik K-Pop pada 2015. Enam tahun berlalu, DSP Media mengumumkan grup beranggotakan 6 orang member tersebut bubar.

Hal itu secara resmi diumumkan oleh DSP Media melalui sebuah pernyataan. Menurut manajemen, keputusan diambil setelah berdiskusi dengan para member.

"Kami mengumumkan APRIL telah bubar. Setelah berdiskusi dan debat lama, agensi dan member APRIL sepakat untuk bubar dan berpisah," ungkap manajemen.

"Kami berharap fans memberikan dukungan kepada keenam member yang akan mengambil perjalanan baru dan bukan bagian dari APRIL. Selanjutnya, kami juga ingin berterima kasih kepada fans yang sudah mendukung APRIL selama 6 tahun belakangan," pungkasnya.

APRIL debut pada 2015 lewat EP berjudul Dreaming dengan lagu utama Dream Candy. Girlband ini beranggotakan enam orang member, yaitu Chaekyung, Chaewon, Naeun, Yena, Rachel dan Jinsol.

Awal 2021, Korea Selatan dihebohkan dengan sejumlah pengakuan soal kasus bullying yang diduga dilakukan para publik figur. APRIL menjadi salah satu yang diduga melakukan bullying kepada salah satu mantan member mereka, Hyunjoo.

DSP Media kala itu membantah bullying yang diduga dilakuan oleh APRIL. Mereka mengancam akan melaporkan Hyunjoo dan keluarga ke pihak berwajib.

Hal tersebut membuat APRIL mendapatkan krtikan dari sejumlah pihak. Bahkan, beberapa member harus mundur dari drama yang seharusnya dibintangi juga tawaran endorsement.

Naeun APRIL juga diduga melakukan perundungan saat duduk di bangku sekolah. Namun sang penyebar rumor meminta maaf dan menegaskan kabar tersebut hanya buatannya saja.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh DSP Media, mereka telah melakukan investigasi menyeluruh untuk membuktikan rumor tersebut tidak benar. Manajemen juga telah melaporkan A ke kepolisian karena menyebarkan kabar tidak benar.

"Maret 2021, muncul sebuah postingan online yang menuding Lee Naeun melakukan perundungan saat duduk di bangku SD. Rumor tersebut sangat tidak benar, sehingga kami membawa permasalah ini ke jalur hukum dan melaporkan A yang telah menyebarkan informasi palsu," ungkap DSP Media.

"Kami telah mengumpulkan bukti untuk membuktikan informasi yang diposting oleh A salah, dan menyerahkannya untuk keperluan investigasi. Setelah beberapa bulan berlalu, pihak kepolisian sepakat untuk menuntut A karena menyebarkan informasi palsu. Kasus ini pun diserahkan ke kejaksaan," pungkasnya.



Simak Video "Mahasiswa Demo DPRD Tasik: Bentrok Lawan Polisi-Duduki Ruang Paripurna"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT