Sebut K-Pop Kanker Ganas, Kim Jong Un Ancam Hukum Warga yang Menonton

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Sabtu, 12 Jun 2021 17:32 WIB
Jakarta -

Kim Jong Un kembali mengancam warganya yang menggemari budaya Korea Selatan atau Korean Wave. Bahkan ia menyebut K-Pop sebagai kanker ganas yang menginvasi warganya.

Pada Desember 2020, Kim Jong Un mengungkap undang-undang yang akan menghukum siapa pun yang kedapatan memiliki atau menonton hiburan Korea Selatan. Mereka akan dihukum 5-15 tahun di kamp kerja paksa.

Mereka yang kedapatan berbicara, menulis, atau menyanyi dengan gaya 'Korea Selatan' diancam hukuman 2 tahun kerja paksa. Sementara mereka yang kedapatan menyelundupkan hiburan Korea Selatan bahkan diancam hukuman mati.

Tak hanya itu, siapa pun yang kedapatan mengirim pesan teks atau mengobrol dengan aksen atau referensi bicara Korea Selatan terancam diusir dari kota.

Setelah undang-undang tersebut, kini Kim Jong Un memerintahkan setiap kota untuk membasmi kecenderungan kapitalis yang muncul. Hal ini dilakukan karena ia percaya Korea Utara akan hancur jika pengaruh budaya Korea Selatan tidak dihilangkan.

Bahkan Kim Jong Un menyebut bahasa yang digunakan dalam drama Korea Selatan adalah bahasa yang mesum. Hal tersebut karena pasangan kekasih memanggil pihak laki-laki dengan sebutan 'oppa' karena perempuan di Korea Utara hanya diizinkan memanggil lawan jenis dengan sebutan 'kawan'.

Kabar ini tentunya sangat mengejutkan karena pada 2018, Kim Jong Un bahkan mengundang sejumlah artis Korea Selatan, termasuk Red Velvet, untuk tampil di Korea Utara. Kala itu, penampilan mereka bahkan mendapatkan pujian dari Kim Jong Un.

Perubahan tersebut diduga terjadi setelah diplomasi Korea Utara dengan Amerika Serikat gagal. Kim Jong Un pun menjadi jauh lebih berhati-hati dari sebelumnya.

Undang-undang tentang hiburan Korea Selatan disebut hanyalah permulaan. Kim Jong Un kabarnya mulai membuat undang-undang lain yang lebih detail, termasuk soal aksesoris hingga warna rambut.

(dal/dar)