6 Alasan Album Repackaged Penting di Industri K-Pop

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 21 Jan 2021 21:43 WIB
Momen Seru BTS Saat Makan Bareng
Foto: dok. BigHit Entertainment
Jakarta -

Setelah perilisan full album, biasanya grup K-Pop atau solois akan menghadirkan versi terbaru dari album yang sama dengan satu atau dua lagu tambahan dan sampul album yang berbeda. Album ini disebut repackaged atau album kemas ulang.

Seperti namanya, kemas ulang, isi albumnya dalam hal lagu tetap didominasi oleh versi reguler, tapi biasanya ditambah beberapa track yang tidak jarang diikuti dengan gimmick-gimmick tertentu. Seperti unreleased track, ditulis liriknya oleh salah satu member, dikomposeri oleh penyanyi tertentu, atau merupakan kolaborasi istimewa.

Konsep sampul album repackaged biasanya juga sangat berbeda dengan versi reguler. Semisal sampul album versi reguler Neo Zone milik NCT 127 menampilkan konsep oriental mengikuti konsep Kick It yang kental dengan nuansa film Hong Kong 90-an, lalu saat perilisan Neo Zone: The Final Round konsepnya berubah jadi seperti video game klasik.

NCTPoster NCT 2020 Resonance Pt. 2, kemas ulang dari album berjudul sama dengan label 'Pt. 1' Foto: (dok. SM Entertainment)

Album repackaged termasuk hal yang penting buat sebuah grup K-Pop dan agensi karena hal-hal berikut ini:

1. Genjot penjualan

Dengan merilis versi berbeda dari satu album yang sama, manajemen K-Pop bisa menggenjot penjualan album fisik. Di era digital dan streaming, penjualan album fisik sempat mengalami penurunan. Padahal pemasukan manajemen lewat penjualan ini cukup signifikan.

Menghadirkan versi repackaged memberi alasan buat fans untuk kembali membeli album yang sama dengan nuansa yang berbeda tadi dan lagu-lagu tambahan yang tidak ada di versi reguler.

Selain repackaged, ada pula album reguler yang dirilis manajemen, namun dalam berbagai versi. Semisal ketika SM Entertainment merilis album EXODUS milik EXO, mereka memproduksi 10 sampul album berbeda sesuai dengan jumlah member EXO pada saat itu. Sehingga satu orang yang suka dua atau tiga member sebagai favorit mereka bisa beli tiga album yang sama dalam satu waktu.

2. Promo lanjutan

Perilisan album repackaged juga jadi momentum promo lanjutan buat idola K-Pop. Biasanya saat comeback dengan album baru (reguler), grup K-Pop akan mempromosikannya selama dua hingga tiga bulan.

Dalam kurun waktu tersebut tentu tidak hanya grup itu saja yang berpromosi, sehingga lagu-lagu di album mereka bisa saja kalah gaung dengan album grup lain. Perilisan repackaged bisa jadi promo lanjutan sehingga masyarakat kembali terpapar dengan album berisi lagu-lagu yang sama tapi dalam kemasan berbeda.

Teaser foto GFRIEND Song of the SirensTeaser foto GFRIEND Song of the Sirens Foto: dok. SOURCEMUSIC

3. Konsep dan lagu baru

Fans tentu juga dimanjakan dengan konsep berbeda yang dihadirkan grup K-Pop dalam album kemas ulang mereka. Dalam masa promosi album repackaged tersebut, lagu yang dibawakan saat tampil di acara musik merupakan track anyar.

GFRIEND misalnya merilis album Parallel dengan lagu Love Whisper buat comeback mereka di 2017. Lalu album yang sama dirilis ulang dengan judul Rainbow dan ditambahkan lagu Summer Rain. Dua-duanya jadi hits.

4. Buat koleksi

Album repackaged juga jadi memorabilia buat fans. Memiliki album fisik buat sebagian fans juga jadi sebuah aksi buat mengoleksi perilisan dari sang idola. Meski tentu tidak semua fans K-Pop harus punya album dan wajib membeli album di setiap perilisan.

Photocard EXOIlustrasi Photocard EXO Foto: dok. Twitter @thechanplusyeol

5. Photocard!

Tentu tak hanya sampul albumnya saja. Foto-foto yang ditawarkan di dalam album pun akan berubah. Termasuk satu benda penting yang harganya bisa jauh lebih mahal daripada album itu sendiri: photocard (PC). PC yang ada dalam album repackaged akan berbeda dengan versi reguler. Kecuali kalau idola kamu seperti D.O EXO yang suka iseng, semua foto PC agak susah dibedakan atau yang paling kocak cuma menampilkan foto jidatnya saja.

6. Uang, uang, uang

Di akhir, perilisan repackaged dari album reguler penyanyi dan grup K-Pop adalah bisnis menguntungkan buat manajemen. Semakin banyak versi album yang dirilis, semakin sering fans mau mengeluarkan uang buat membeli albumnya, semakin banyak pundi-pundi uang yang diraup manajemen.

(ron/aay)