Tak hanya itu, BTS juga kepergok mengenakan topi berlambang Nazi untuk salah satu pemotretan yang dilakukan di Korea Selatan. Dan kini, mereka disebut menggunakan perumpamaan bendera Nazi di salah satu konsernya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Big Hit Entertainment, sebagai manajemen, pun memberikan pernyataan melalui akun Twitter resminya. Mewakili BTS, mereka menegaskan menentang hal-hal seperti peperangan hingga Nazi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam promosi BTS dan semua artis kami, Big Hit sama sekali tidak mendukung totalitarian, termasuk Nazisme, atau kelompok dengan tendensi politik radikal. Kami menentang hal-hal ini dan tidak berniat menyakiti korban sejarah kelompok-kelompok ini, dan tidak akan berubah," lanjut manajemen.
Pihak Big Hit pun meminta maaf atas kontroversi yang terjadi. Mereka juga akan secara pribadi meminta maaf kepada asosiasi korban bom atom di Jepang dan Korea, hingga kelompok HAM Yahudi.
"Ini adalah permohonan kami untuk isu-isu yang disebutkan di as. Soal kaus dengan gambar bom atom, seperti yang kami jelaskan, sama sekali dikenakan bukan dengan maksud apa pun. Soal simbol Nazi di pemotretan lama, baju dan aksesoris diberikan oleh pihak media. Artis kami mengenakannya tanpa kami cek sebelumnya dan tanpa sengaja menyakiti korban Nazi. Kami dengan tulus hati meminta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan yang disebabkan," tambahnya.
"Big Hit akan melakukan tahapan-tahapan untuk menyelesaikan konflik ini: pertama, kami akan menghubungi pihak asosiasi korban bom atom di Jepang dan Korea untuk menjelaskan dan minta maaf atas permasalahan yag terjadi. Kami juga akan mengirim surat untuk menjelaskan dan meminta maaf atas situasi yang terjadi kepada Simon Wiesenthal Center," pungkasnya.
Tonton juga: Manajemen BTS Layangkan Permintaan Maaf ke NGO Yahudi
(dal/wes)











































