Menurut sumber terdekat dari SNSD, diluncurkannya BLANC dinilai para member terlalu cepat. "Para member berpikir bisnisnya akan dimulai setelah Jessica menikah," kata sumber tersebut.
Awalnya, tidak satupun dari member grup pelantun 'I Got A Boy' itu menentang keinginannya untuk memulai bisnis. Namun tentunya mereka juga memberikan syarat yang harus dilakukan oleh Jessica.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal memulai bisnis ini sendiri, Jessica bukan mengambil keputusan sepihak. Dirinya mengaku dalam sebuah pernyataan resmi bahwa ia berulang kali meminta persetujuan dari manajemen.
Namun, manajemen dan SNSD disebut Jessica kerap berubah pikiran. Awalnya mereka memberi dukungan dengan mengucapkan selamat saat peluncuran Agustus lalu, namun kemudian di bulan September semuanya jadi terbalik.
Manajemen dan SNSD meminta Jessica memilih untuk keluar dari BLANC atau dari SNSD. Sementara posisinya saat itu, Jessica telah terikat kontrak dengan partner bisnisnya di BLANC.
"Mana mungkin aku berhenti hanya dalam satu bulan setelah peluncuran," ujarnya.
Melihat bagaimana Jessica dan SNSD berseteru soal BLANC menjadikan bisnis pertama Jessica itu sebuah masalah besar buat aktivitas grup dan juga manajemen. Sebab, manajemen menilai karena terlalu serius di bisnis ini Jessica jadi tak fokus lagi ke SNSD.
Meski demikian, Jessica menegaskan dirinya selalu total dalam segala kegiatan promosi SNSD. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak pernah ingin mengabaikan kegiatannya bersama grup yang membesarkan namanya itu.
(ron/mmu)











































