Lewat situs resmi Winning Insight Entertainment, CEO Lee Sung Ho mengungkapkan protesnya terhadap SM Entertainment. Panjang lebar, ia menulis rasa kecewanya sekaligus untuk memberi penjelasan yang lebih detail pada publik.
"Benar (bahwa lagu 'Mr. Mr' yang dinyanyikan MR.MR) memang untuk menyindir SNSD. Tetapi itu ditujukan langsung kepada SM Entertainment dan kami tidak punya dendam kepada SNSD," ia memulai penjelasannya, dilansir AllKPop, Rabu (5/3/2014).
Lee Sung Ho menyoroti bagaimana SM Entertainment sebagai manajemen besar di Korea Selatan sangat tidak menghargai perusahaan kecil seperti Winning Insight Entertainment. "Ada lebih dari 300 perusahaan entertainment yang berdarah-darah bekerja seperti halnya perusahaan besar. Tapi mereka telah melanggar etika bisnis di pasar musik karena kekuatan mereka," lanjut sang CEO.
Lee Sung Ho menambahkan, "Sejak perilisan lagu SNSD, nama grup MR.MR mulai hilang dari berbagai portal dan situs pencarian. Lima album yang kami rilis selama dua tahun tergantikan oleh 'Mr. Mr' milik SNSD. Semua foto dan profil grup MR.MR pun digantikan oleh video musik SNSD di situs pencarian teratas,".
Tak heran jika Lee Sung Ho marah besar dengan pemilihan judul lagu 'Mr. Mr' yang dinyanyikan SNSD. Karena hal itu berdampak buruk bagi grup yang ada di bawah manajemen mereka.
Tak berhenti sampai di situ, manajemen MR.MR pun menanggap apa yang dilakukan SM sebagai sebuah penindasan kepada grup baru dari sebuah manajemen kecil. "Aku bahkan tidak menerima penjelasan dari semua staf SM yang aku temui," tambahnya.
Seperti biasa, SM memilih untuk bungkam mengenai masalah ini. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari manajemen grup SNSD tersebut mengenai kasus ini.
(ron/ich)











































