Pada 2001, Psy ditangkap pihak kepolisian Korea karena mengisap ganja. Ia kemudian dibebaskan dan harus membayar denda USD 4.500 atau sekitar Rp 43 juta.
Namun, tak seperti artis lain yang hilang sejenak dari dunia hiburan setelah terlibat kasus, Psy pantang mundur. Enam bulan kemudian ia kembali dan meledak lewat album ketiganya 'Champion' yang memanfaatkan momen Piala Dunia 2002.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik pun marah karena sebagai selebriti, Psy seharusnya tak mendapat pengecualian dan harus menjalaninya wajib militernya secara penuh. Atas kesadaran pribadi, Psy pun akhirnya masuk kembali wajib militer pada 2007.
Sayang, wajib militer yang kedua itu justru tepat saat sang istri baru melahirkan putri kembar mereka. Di usia yang baru 2 bulan, kedua bayi kembar itu harus ditinggal sang ayah yang masuk kembali ke wajib militer.
"Kapanpun aku mengunjungi mereka saat liburan, mereka tak mengenaliku. Aku pikir hal pertama yang harus aku lakukan adalah membantu mereka untuk tahu bahwa aku adalah ayah mereka," ujar Psy saat keluar wajib militer keduanya pada 2009 lalu.
Karena itu, saat pergi ke Australia dilanjutkan dengan Amerika hari Selasa lalu, Psy meminta maaf pada fansnya di Korea. Ia menyadari terlalu banyak membuat kesalahan di masa lalu dan terharu karena masih banyak sekali fans yang tetap mendukungnya.
"Setiap kali aku ke sini (Korea) aku sangat bersyukur. Aku minta maaf pada semua masalah yang pernah aku buat dan akan bekerja keras di luar negeri sebelum aku kembali," ujarnya saat mengucapkan perpisahan.
(ast/mmu)











































