Saat membintangi iklan kosmetik yang melejitkan namanya, Harisu dianggap berbohong akan status transgendernya. Maklum, secara fisik Harisu tak ubahnya seperti perempuan normal. Ia pun dituduh mengaku-aku sebagai transgender hanya untuk popularitas semata.
Tak hanya itu, Harisu yang menjalani operasi perubahan kelamin tahun 1998 lalu itu juga mengalami kesulitan ketika mencari agensi yang cocok untuknya. Tak ada yang percaya jika dirinya adalah seorang transgender. Harisu memang selalu mengakui statusnya dan tidak mau berbohong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang akan membatalkan kontrakku bahkan setelah ditandatangani. Beberapa produser bahkan menyatakan selama dirinya yang bertugas, Harisu tak akan pernah bisa tampil di televisi," sambungnya.
Berikutnya ia juga pernah dilaporkan ke kepolisian Seoul karena mengikuti sebuah pameran fotografi oleh penyanyi senior Lee Kwang Pil. Pameran foto itu bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pada orang-orang transgender. Namun ia menganggap Harisu mempromosikan pornografi lewat pameran tersebut.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, foto yang menjadi masalah adalah sebuah foto yang memperlihatkan para transgender tak memakai pakaian dan hanya memakai celana dalam. Foto itu bukan milik Harisu karena pameran itu juga bukan pameran tunggalnya. Harisu pun dinyatakan tak bersalah.
Meski diwarnai kontroversi, karier Harisu tetap cemerlang. Ia sukses berakting di 9 judul film dan drama di Korea dan Taiwan. Ia juga merilis 5 album dan akan segera comeback lewat album baru 9 Juli mendatang.
(ast/ast)











































