Stacy harus merelakan kedua kakinya diamputasi karena infeksi pada 2009 lalu. Bukannya pasrah meratapi nasib, ia malah memutuskan untuk berkarier menjadi model dan melakukan kampanye untuk organisasi Models of Diversity, yang berjuang untuk kesetaraan di dunia fashion tanpa membedakan ras, usia, bentuk tubuh dan kekurangan.
"Semua orang harus merasa kalau fashion itu bisa dilakukan oleh siapapun. Semua orang harus punya, setidaknya satu orang, yang bisa mereka jadikan contoh. Yang paling penting adalah, kita seharusnya diperlakukan adil, dan bukan hanya sebagai model dengan disabilitas," ujar Stacy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model berusia 30 tahun itu berharap agar para penyandang disabilitas bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan model-model kebanyakan. Sehingga, mereka tetap bisa meraih mimpi mereka tanpa harus terhalang dengan batasan-batasan tertentu yang kini masih ada di dunia fashion.
"Kami bukan ingin merasa lebih jago dari model lainnya. Kami hanya ingin mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa berkarier di dunia modeling sehingga kami bisa mengembangkan karier di industri ini," tutupnya. (dal/mmu)











































