Semua itu tak luput dari peran sang aktor utama, Eddie Redmayne, yang dengan apik menghadirkan kembali sosok Stephen Hawking. Aktor berusia 33 tahun tersebut mengaku membutuhkan waktu empat bulan untuk menghadirkan sosok sang profesor fisika yang berbeda dengan aktor-aktor yang pernah mendapatkan peran yang sama sebelumnya.
Empat bulan ternyata dianggap Eddie sebagai waktu yang sulit. Dalam sebuah wawancara, aktor kelahiran London tersebut mendeskripsikannya sebagai sebuah proses yang tak berbeda jauh dengan penulisan disertasi doktoral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku mencoba untuk membaca semua yang bisa kudapatkan dengan tanganku sendiri. Ini sangat konyol, karena ketika membaca 40 halaman aku bilang pada diriku sendiri, 'Eddie, tak ada satu kata pun yang masuk akal untukmu,'" aku Eddie.
Eddie juga bertemu dengan koreografer akting, Alexandra Reynold selama empat jam sehari. "Kami berlatih apapun yang kami tahu tentang cara mengambil pulpen, minum, berjalan dan hidup," sambungnya.
Untuk lebih mendalami penyakit Hawking, Eddie kerap mengunjungi klinik neurologi di London dua minggu sekali. Sang aktor bicara pada lebih dari 30 pasien dalam setiap kunjungannya.
Semua detail betul-betul diperhatikan dengan serius oleh Eddie. Sehingga ketika menonton perannya sendiri di 'The Theory of Everything', Eddie pun terharu hingga menitikkan air mata.
(dal/mmu)











































