Berbeda dengan banyak aktor besar lain yang menghabiskan masa mudanya dengan duduk di kelas akting, Mark Wahlberg memiliki kisah lain di masa remajanya. Bintang film 'Transformers' tersebut memiliki masa lalu yang cukup kelam.
Mark berkali-kali harus berurusan dengan kepolisian Boston saat remaja. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, pria yang kini berusia 43 tahun tersebut sudah kecanduang narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.
Menginjak usia 15 tahun, gugatan perdata diajukan kepada sang aktor atas keterlibatannya dalam dua insiden terpisah di mana Mark remaja melecehkan anak-anak keturunan Africa-Amerika dengan melemparkan batu dan meneriakkan kalimat-kalimat rasis. Setelah genap 16 tahun, ia mendekati seorang pria Vietnam setengah baya di jalanan dan memukul pria tersebut dengan tongkat kayu besar sambil lagi-lagi meneriakkan kalimat-kalimat rasis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti di sana, saat usianya menginjak 21 tahun, Mark pernah membuat rahang tetangganya patah. Mengingat masa-masa remajanya yang gelap, Mark mengungkapkan rasa penyesalannya pada sebuah wawancara di 2006 lalu.
"Saya melakukan banyak hal yang aku sesali dan sudah pasti aku akan membayar semua kesalahanku," ujar Mark seraya menyatakan dirinya telah mencoba untuk mencari pria yang dibuatnya buta tersebut untuk menebus kesalahannya, namun hingga kini ia masih belum melakukannya.
Namun kini Mark mengaku sudah tak lagi terbebani dengan perasaan bersalah. Karena dirinya telah memulai kebiasaan baru untuk berbuat baik kepada orang lain dan juga dirinya sendiri.
"Aku merasa kau harus pergi dan meminta maaf dan hal tersebut tak kulakukan sampai aku memulai untuk berbuat baik kepada orang lain, begitu juga dengan diriku sendiri, hingga aku benar-benar merasa perasaan bersalah itu telah pergi. Jadi aku tak lagi memiliki masalah untuk tidur di malam hari. Aku merasa baik-baik saja ketika bangun di pagi hari," ungkap Mark.
Setelah dibebaskan dari penjara, Mark memutuskan untuk memperbaiki kebiasaannya. Ia keluar dari kelompok jalanan dan sempat berkelahi dengan anggota kelompoknya karena hal tersebut.
"Aku telah melakukan banyak sekali kesalahan dalam hidup dan aku telah melakukan banyak sekali hal-hal buruk, namun aku tak pernah menyalahkan diriku sendiri. Aku tak pernah merasakan menjadi seorang korban sehingga aku tak merasakan apapun saat menyerang orang lain. Semua yang kulakukan adalah kesalahanku. Aku telah belajar perbedaan antara baik dan buruk di usia dini. Aku akan bertanggung jawab penuh," tandasnya.
(kmb/mmu)











































