Bisma ditemui detikHOT usai mengisi acara di sebuah mal di kawasan Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan. Tampak santai, Bisma kala itu menyapa ramah sembari menikmati makan siang.
"Nggak apa-apa ya aku sambil makan. Silakan mulai aja tanya-tanya," ujarnya hangat seraya tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat diterpa pro dan kontra atas keputusannya yang seperti menomorduakan boyband yang membesarkan namanya, Bisma menanggapi semua itu sebagai proses untuk mengembangkan diri. Motto yang ia pegang hanya satu, apapun yang berkaitan dengan seni, tak segan akan ia jajal.
Sejak kecil, lelaki asal Bandung ini sudah didorong orangtuanya terjun belajar menari. Di bangku kelas 6 SD, Bisma mengisi waktu di luar sekolah dengan ikut kelompok tari modern dengan belajar dance hingga breakdance.
"Dari SD ikut Dance Revolution dan saya tekunin bertahun-tahun," urainya.
Pengalamannya menari diakui Bisma tak terhitung. Ikut lomba sudah biasa, yang tak terlupakan manakala dirinya sering dijadikan penari latar di suatu acara musik yang kerap diisi oleh band-band papan atas Tanah Air. Jam terbangnya tampil di atas panggung di mulai dari sana.
"Aku pernah jadi penarinya Peterpan dulu. Band Zigaz juga pernah," ungkap Bhisma.
Tak hanya menari saja ternyata. Bisma juga menekuni dunia musik di usia remajanya. Ia sempat tergabung dalam beberapa band yang diakuinya memberikan pengalaman lebih banyak. Seperti apa? Simak terus kisah Bisma 'SM*SH' di detikHOT hari ini!
(doc/hkm)











































