Sepanjang kariernya sebagai aktor, Russell telah sukses memerankan tokoh-tokoh legendaris, sebut saja, Maximus Decimus Meridius dalam film 'Gladiator', ahli matematika yang menderita schizophrenia, John Nash di 'Beautiful Mind', juara tinju kelas berat James Walter Braddock di 'Cinderella Man' dan Robin Longstride dalam 'Robin Hood'. Namun, untuk menjadi seorang nabi adalah tantangan baru untuknya.
"Saat ia menelponku, saya bilang saya sangat sibuk dan tak punya banyak waktu. Saya akhirnya mau menemuinya karena penasaran dengan proyeknya itu. Ia hanya mau menceritakan proyeknya setelah bertemu," ujar aktor asal Selandia Baru itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ketika kami bertemu, dia berkata "dengarkan ajakan saya ini dan pikirkan, dan ingat bahwa aku tidak akan pernah meminta Anda untuk memakai sandal atau berdiri di atas bahtera dengan jerapah atau gajah di samping Anda"," tutur aktor peraih Oscar itu.
"Setelah mendengarkan semua idenya, saya langsung mau terlibat dalam proyeknya ini," lanjutnya.
Russell mengaku memang sangat mengidolakan Darren setelah menyaksikan film garapannya 'Black Swan'. Menurutnya, Darren adalah salah satu sutradara yang memiliki ide-ide orisinil untuk film.
"Darren adalah salah satu dari orang-orang yang tidak akan pernah berhenti menjadi sutradara. Dia adalah sutradara yang tidak pernah santai, bahkan ketika kamera berhenti. Saya senang bisa bekerja sama dengan dia," ucapnya.
Russell merasa sangat nyaman bekerja sama dengan Darren karena ia tahu akhir film ini akan seperti apa. Tak semua sutradara besar bisa melakukan hal itu. Banyak film besar yang gagal karena ending-nya tidak terlalu kuat.
"Ketika Anda bekerja pada suatu proyek besar, Anda harus bisa melihat jelas tentang apa yang ingin Anda lihat di akhir film. Dan, sutradara ini harus mampu melihatnya, dan sutradara seperti Darren sangat membantu aktor dan aktris untuk melihat akhirnya," tuturnya.
(hkm/utw)











































