Belum lama ini detikHOT janjian dengan Yoshicco di sebuah studio foto di daerah Kemang, Jakarta Selatan untuk sesi pemotretan. Tak disangka, ia datang lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan.
"Hallo," sapa Yoshicco ramah sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Cewek berusia 22 tahun tersebut tampil casual dengan kaos putih dipadu hot pants jeans warna biru. Siang itu, cuaca memang cukup terik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sulit untuk mengabadikan gambar Yoshicco. Ia sangat luwes berpose di depan bidikan kamera. Maklum saja, cewek berambut coklat tersebut sudah terjun ke dunia modelling sejak usia 14 tahun.
Usai sesi pemotretan itu, Yoshicco pun bercerita mengenai keikutsertaannya di ajang Miss Earth 2013. Di kehidupan sehari-hari, ia mengaku memang selalu menanamkan diri untuk mencintai dan menjaga lingkungan.
"Dari dulu aku memang cinta banget sama lingkungan, terutama ke hewan. Karena itu teman-teman aku nyaranin supaya aku ikutan Miss Earth 2013. Akhirnya aku coba," kata anak kedua dari tiga bersaudara itu membuka perbincangan.
Meski awalnya coba-coba, siapa sangka Yoshicco berhasil memboyong dua gelar dari ajang Miss Earth 2013. Yaitu Miss Peace dan Miss Eco Tourism. "Aku kaget bisa sejauh itu. Aku mikir awalnya paling cuma sampai 10 besar," jelasnya.
Yoshicco pun merasa bangga dengan dua gelar yang diraihnya di ajang Miss Earh 2013 itu. Apalagi menurut pemilik tinggi 170cm berat 50kg tersebut kriteria untuk menang cukup berat. Begitu pula dengan saingan-saingannya.
"Itu suatu kebanggaan tersendiri buat aku. Di sini kita ikut bukan dinilai dari kecantikan aja, tapi juga dari kepintaran. Di situ bisa terlihat mana orang yang memang benar-benar cantik dari dalam, mana yang nggak. Bukan hanya fisik, tapi pemikirannya juga," katanya.

Dua gelar yang didapat Yoshicco itu bukan semata-mata diberikan. Misalnya sebagai Miss Eco Tourism, dirinya kini mempunyai tugas sebagai duta untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan, khususnya daerah pariwisata di Tanah Air.
"Tugas aku itu mengajak orang yang melakukan pariwisata ramah lingkungan. Misalnya, menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Agar tempat yang kita datangi tetap terjaga keindahannya. Jadi nggak mencemari lingkungan," paparnya.
Ditambahkan Yoshicco, dirinya berharap agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan wisata bisa meningkat. Ia pun mengajak setiap orang untuk memulai dari diri sendiri.
"Penting untuk ikut menjaga lingkungan, khususnya daerah pariwisata. Kita bisa mulai dari lingkungan yang kecil dulu. Mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat," tandas mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Atmajaya, Jakarta itu.
(bar/hkm)











































