Di usia 19 tahun, Zahra Jasmine telah terjun menjadi foto model. Pose-pose sensualnya banyak menghiasi berbagai majalah pria dewasa Tanah Air. Seperti apa sosok bintang film 'Pulau Hantu 3' itu? Yuk, kenalan lebih dekat!
detikHOT pun bertemu dengan Zahra di sebuah studio foto di daerah Bangka, Jakarta Selatan untuk sesi pemotretan. Ia menyapa ramah sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. "Hallo," katanya sambil tersenyum.
Penampilan cewek kelahiran Jakarta, 22 Mei 1989 itu terlihat feminin. Ia mengenakan dress ketat warna hitam, mempertegas keseksiannya karena memperlihatkan kakinya yang jenjang dan putih mulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Zahra Jasmine, Sexy Red Devil
Usai pemotretan, Zahra pun berbincang santai. Ia mengaku memang suka difoto seksi. "Rasanya menyenangkan," sahutnya seraya tertawa lepas. "Aku kan memang dijulukin sama temen-temen sexy innocent, jadi ya seneng aja," sambungnya lagi.
Pemilik tinggi 169cm dan berat 50kg itu merasa bangga dengan image seksi yang melekat pada dirinya. Bagi Zahra, tak perlu ditutupi lagi bahwa perempuan yang seksi pasti punya nilai lebih di mata pria. "Siapa sih cewek yang nggak mau dibilang seksi?" tanyanya retoris.
Para perempuan biasanya malu-malu kalau ditanya definisi seksi. Secara diplomatis, jawaban yang sering terdengar biasanya, seksi itu terpancar dari dalam diri. Namun, Zahra Jasmine punya jawaban yang lebih terus-terang.
"Kalau orang bilang seksi nggak harus terbuka, hmmβ¦bagaimana ya? Kalau dalam pandangan aku sih seksi pasti agak terbuka-terbuka begitu. Tapi bukan malah terlihat murahan ya. Seksi juga harus dibarengi dengan smart," ucapnya.

Sebelum terjun ke dunia akting, Zahra memang lebih dulu berprofesi sebagai model, terutama untuk pemotretan majalah pria dewasa. Namun meski begitu, Zahra mengaku punya batasan untuk tampil seksi. Seperti apa?
"Aku paling sampai bikini dan lingerie. Buat yang foto telanjang aku nggak berani," jelas cewek penggemar girlband asal Korea Selatan, SNSD itu.
Sebenarnya, tawaran untuk berfoto telanjang bukannya tidak ada. Namun Zahra mengaku enggan untuk menerimanya. Ia takut jika dirinya diprotes organisasi masyarakat tertentu yang tak suka.
"Walau bayarannya tinggi aku belum mau karena takut. Aku malas kalau nanti berantam dan ribut-ribut begitu" tandasnya.
(hri/mmu)











































