Aty Kanser, Bersinar Setelah 40 Tahun Berkarier

Hot Profile

Aty Kanser, Bersinar Setelah 40 Tahun Berkarier

- detikHot
Jumat, 23 Nov 2012 11:34 WIB
Aty Kanser, Bersinar Setelah 40 Tahun Berkarier
Aty Kanser (hasan/detikhot)
Jakarta - Di usianya yang telah senja, Aty Kanser masih tampak bersemangat. Penampilannya di film 'Emak Ingin Naik Haji' beberapa waktu lalu membuktikan hal itu. Aktingnya memukau dan terus membayangi benak penonton untuk beberapa lama.

Memang, kalau dibanding aktris-aktris senior lainnya seperti Mieke Wijaya, Nany Wijaya, ataupun Yati Octavia, nama Aty mungkin tak terlalu populer. Gaung sosok Aty Kanser pun baru terdengar beberapa tahun belakangan setelah dirinya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesian Movie Awards pada 2010 silam.

Padahal, jalan ibu satu anak itu dalam merintis dan melakoni dunia akting dan hiburan di Tanah Air terhitung tak sebentar. Hingga kini telah 40 tahun ia meniti karier di industri layar lebar maupun layar kaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, sejak duduk di bangku sekolah dasar hanya satu keinginan Aty. Yakni, bisa dikenal banyak orang dan terlibat di film. Besar dalam keluarga ulama tak membuat keinginan Aty untuk bisa tampil di depan publik terganjal. Meskipun, semasa ia remaja sang ibu tak suka melihat dirinya aktif di teater.

"Sebenarnya, ibu saya nggak suka lihat saya waktu kecil akting-akting gitu," kenang Aty.

Debut filmnya tertoreh ketika ia terlibat dalam film berjudul 'Mantili Si Pembunuh' besutan sutradara Asykur Zein pada 1970-an. Selanjutnya, ada lebih dari 10 judul film yang ia bintangi. Di antaranya, film garapan Arifin C. Noer berjudul 'Taksi' yang terkenal itu, dan 'Kuberikan Segalanya' dimana ia beradu akting dengan Paramitha Rusady pada 1980-an.

Namun, sejauh itu, Aty tak pernah memperoleh peran utama. Kecewa? Wanita keturunan Minangkabau itu justru merasa sadar diri. Sambil bergurau, ia mengaku bahwa penampilannya memang kalah cantik dan seksi ketimbang artis seangkatannya zaman itu.

"Saya selalu dipasang sebagai peran pembantu atau pendukung. Ya, maklum, peran utama harus selalu cantik kan. Saya nggak termasuk di situ," ujarnya diiringi tawa kecil.




Tanpa bermaksud menyindir formula baku yang berlaku dalam industri hiburan yang menorsatukan kecantikan, Aty memilih untuk menyadari kecenderungan seperti itu. Namun, apa yang ia 'keluhkan' tersebut terjawab sudah manakala ia berhasil menang di ajang Indonesian Movie Awards 2010 lalu.

Diganjar penghargaan sebagai pemeran utama wanita terbaik untuk perannya sebagai Emak dalam film 'Emak ingin Naik Haji', Aty merasa usahanya dalam berkarier di industri film tak mentok di situ-situ saja.

"Penghargaan (IMA) itu penantian setelah empat puluh tahun. Akhirnya, saya merasa diakui dengan kualitas yang saya miliki," papar Aty.

(doc/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads