Kerap menyanyi dari kampung ke kampung, mayoritas penontonnya adalah kaum pria yang tak jarang 'usil'. Di antara mereka selalu ada yang berusaha memegang bagian-bagian tertentu di tubuhnya.
Risih? Jelas. Bahkan, beberapa kali Zaskia sempat diamuk beberapa penonton karena dianggap sok jual mahal. Risiko dunia dangdut, memang rawan aksi pelecehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, ketika ia sedang beraksi di atas panggung di suatu acara yang mengundangnya, para penonton pria seketika berpartisipasi dengan ikut joged. Seiring malam yang semakin larut dan dingin, para pejoged pun kian larut dalam goyangan.
Namun, tak cuma sekedar menikmati lagu, mereka pun kerap melempar saweran dengan mengharap 'imbalan' tertentu dari Zaskia.
"Paling sebel kalau ada penonton nyawer cuma Rp 1000 trus mulai berani mau megang-megang dada aku. Aduh, itu nggak banget," ujarnya.
Kalau sudah begitu, anak kedua dari empat bersaudara itu tak segan untuk marah. Boleh saja ia didapuk untuk menghibur penonton, namun bila sampai ada yang hampir menyentuh bagian vital di tubuhnya, Zaskia seketika langsung bertindak.
"Aku mundur dan aku bilangin ke penontonnya itu, kalau aku nggak mau digituin. Eits, nggak ada pegang-pegang deh pokoknya," tandasnya.

Namun, masa-masa itu kini sudah lewat. Kini, Zaskia tak perlu lagi menanti saweran seperti dulu untuk menghidupi keluarganya. Bagi pedangdut yang kerap disebut-sebut mirip Asmirandah itu, getirnya pengalaman di masa lalu menjadi pembelajaran di masa kini.
"Susah banget memang, waktu dulu aku merintis karier. Tapi, aku ngga nyesel, itu bagian dari pengalaman berharga buat aku," ujarnya serius.
(doc/hkm)











































