Fanny mengungkapkan, sebenarnya ia tak pernah menetapkan jalan kariernya di dunia akting. Perempuan asli Bandung ini awalnya hanya ingin melebarkan langkahnya di dunia modeling.
Bagi Fanny, akting adalah bentuk dari rasa jatuh cinta yang berkembang setelah ia menapaki dunia modeling setelah pindah ke Jakarta pada 2003. Dari kemunculannya sebagai bintang iklan, tawaran berakting pun berdatangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

βPreman Kampus itu sinetron pertama saya, akting pertama dan saya jadi peran utamanya di sinetron itu," kenangnya.
Seiring berjalannya waktu, tak hanya main sinetron saja, Fanny pun juga menjajaki main di FTV sambil tetap menjalani karier awalnya di modeling dan iklan.
Semua itu ia jalani selang-seling. Hingga akhirnya, setelah menemukan rasa puas bisa melakoni berbagai peran di depan kamera, Fanny mantap untuk berakting seterusnya.

Namun, tak semua lahan akting ia ambil. Perempuan yang punya banyak koleksi DVD film ini mengaku lebih sreg main di FTV dan film layar lebar. Menurutnya, dibanding sinetron, FTV menawarkan variasi peran yang berbeda.
Dan, itu tantangan yang selalu ingin Fanny selami. Di samping itu ia merasakan waktu kerja untuk FTV tak seketat stripping sinetron.
βAku lebih milih FTV dan film. FTV sih terutama, karena perannya ganti-ganti dan nggak bisa diprediksi. Di samping itu, jadwal syutingnya masih bisa aku atur," tutur Fanny.
(doc/mmu)











































