Hingga kini, praktik poligami memang masih menjadi isu hangat. Bahkan bagi umat muslim sendiri, pernikahan dengan dua istri masih menimbulkan pro dan kontra di berbagai sisi.
Sebagian masih menganggap tabu meski dalam ajaran agama hal tersebut dihalalkan. Sebagian lainnya menganggap hal tersebut sah-sah saja dilakukan selama pihak lelaki mampu berlaku secara adil terhadap istri-istri yang dinikahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

βPoligami itu benar, seadil-adilnya pria mampu menghidupi istrinya,β ujarnya.
Baginya, masalah ini tak harus berlarut-larut diributkan. Al Habsyi menambahkan, bagaimana dalam agama poligami sendiri sebenarnya tak bisa dijalankan secara asal dalam pelaksanaannya. Maka ketika fenomena banyak pria termasuk para sosok ustad yang juga melakukan poligami, Al Habsyi menganggap bahwa itu adalah pilihan.
"Adil, itu yang menjadi pegangan,β tandasnya.
Ia pun tak menolak bila suatu saat dirinya harus menjadi imam dari dua istri di rumah tangganya. Ayah tiga anak ini mengaku tak keberatan. Ia pun menambahkan bahwa jodoh sudah ada yang mengatur. Yang ia lihat adalah bagaimana dirinya bisa berlaku adil.
βSaya tak menolak poligami. Jodoh itu sudah ada yang mengatur, manusia tinggal menjalankan saja,β ujarnya gamblang.
(doc/mmu)











































