Emily Jean Stone tumbuh sebagai anak yang kurang percaya diri dan memiliki rasa cemas yang tinggi. Karena takut sang anak tidak tumbuh normal, kedua orangtuanya pun membawanya ke ahli terapi. Emma pun dianjurkan untuk mengikuti sebuah kegiatan yang bisa membuatnya fokus.
"Waktu kecil aku selalu takut rumahku akan terbakar, aku meremas-remas tanganku sepanjang waktu, dan sehingga orangtuaku membawaku untuk mendapat perawatan. Dan saya diminta untuk melakukan kegiatan agar aku bisa fokus," ujar perempuan kelahiran 6 November 1988 saat melakukan wawancara dengan NJ.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di usianya yang ke-11, Emma didaftarkan oleh orangtua untuk bergabung dengan sebuah grup teater di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Di sana, Emma mulai menunjukan bakatnya berakting.

Namun, karena terlalu aktif di teaternya itu, Emma terpaksa harus home schooling selama dua tahun. Emma sepertinya tidak terlalu mementingkan pendidikannya, hingga akhirnya dia di-drop out ketika SMA.
Emma memutuskan untuk mengejar impiannya menjadi aktris Hollywood di usianya yang menginjak 15 tahun. Setelah membuat presentasi dengan menggunakan PowerPoint dan backsound lagu Madonna yang berjudul 'Hollywood', Emma berhasil meluluhkan hati orangtuanya.
Pada Januari 2004, Emma bersama sang ibu pun pindah ke Los Angeles. Di sana, Emma pun harus jatuh-bangun membangun kariernya. Bagaimana perjuangan Emma meraih mimpinya?
(hkm/hkm)











































