Pergaulan

Paduan Suara Karaoke Bawah Tanah Jakarta

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Sabtu, 25 Des 2021 19:47 WIB
Jakarta -

Ketika hari mulai gelap, keriuhan ruang kantor meredup seiring dengan selesainya jam kerja, atau mungkin diselesaikan dengan paksa oleh pelakunya. Di atas aspal Jakarta, bunyi-bunyian berganti dengan bunyi kemacetan dan gelak tawa mereka yang bersantai. Di bawah tanah, ada keributan lain yang tercipta berkat paduan suara.

Bukan salah baca, tapi memang itu yang terjadi. Di bawah tanah Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, tepatnya di Soho Building, terdapat sebuah tempat bernama Duck Down Bar (DDB). Salah satu bar milik Biko Group, dengan program mingguan yang kini tersohor ke seantero Jakarta, ''Karaoke Night''.

Setiap Kamis malam, DDB menyerukan koor masal paduan suara dari bawah tanah bersama puluhan, mungkin ratusan pengunjungnya ketika era sebelum pandemi. Dipimpin oleh music selector atau DJ amatir dan MC, mereka layaknya Jared Leto dari Thirty Seconds to Mars yang mengepalkan tangan ke udara sambil berteriak "No... No... No... No!" saat lagu 'Closer to the Edge' diputar. Penampil yang lain seolah menjadi Freddie Mercury yang memimpin Live Aid 1985 dalam lagu 'Bohemian Rhapsody', lengkap dengan taburan konfeti dari kertas bekas dan tisu di meja.

Di hari-hari Kamis yang lain, para host yang biasanya berjumlah tiga orang menjadi Spice Girls, Westlife, dan banyak lainnya. Jika cukup kreatif, tidak segan kalau para host juga memimpin malam karaoke lewat lagu-lagu pop melayu dari ST12, Kangen Band, juga dangdut. Intinya, mereka tidak sekadar menjadi host yang memimpin, tapi dengan kekuatan sihir DDB, menjelma menjadi musisi aslinya, didukung dengan mikrofon dan bangku sebagai level panggung.

Duck DownDuck Down Foto: dok Duck Down/sebelum Pandemi

Bagaimana dengan pengunjungnya? Tentu saja berseru, berteriak dan bernyanyi bersama layaknya barisan penonton festival musik barisan depan dan fans berat. Ditambah tampilan lirik lagu yang dimainkan juga turut dimunculkan di layar. Tidak ada lagi yang kurang, bersama dating bersama teman-teman, menyantap kudapan di meja, dan apa susahnya bernyanyi hingga menghabiskan suara , sepanjang malam.

Belum terbayang? Mungkin memang harus mencoba sendiri jika tidak percaya kalau lagu 'Lelaki Buaya Darat' milik Ratu yang dirilis pada 2006, masih punya daya tarik hingga 15 tahun kemudian. Atau, setidaknya bila ingin merasakan pesta pora yang lain daripada yang lain.

Pertama kali dimulai pada 2018, sekarang 'Karaoke Night' milik DDB diadopsi ke banyak tempat lain di luar sana. detikHOT ingin merekam latar belakang pembuatannya, sebelum akhirnya mereka melangkah lebih jauh lagi. Untuk itu, kami berbincang langsung dengan kreator dari program 'Karaoke Night', yang sekaligus berbicara mewakili DDB dan Biko Group, Aninda Pardede, Marketing Manager of Biko Group.

"Awalnya berangkat dari apa yang terjadi di outlet-outlet Biko Group, bahwa ada situasi di mana ternyata, semua orang itu pengen jadi DJ. Bukan karena spotlight, tapi karena setiap orang merasa pilihan lagunya lebih baik. Itu kenapa, di outlet Biko, bahkan secara general di Jakarta, pengunjung itu sering request lagu. Tapi, itu nggak sepenuhnya salah, karena bisa jadi pilihan lagu mereka itu bener, bikin seru pas diputar. Apa ya cara supaya orang bisa ikut muterin lagunya sendiri? Dari situ muncul program karaoke ini."

"Jadi, karaoke ini dipimpin oleh unprofessional DJ atau kami menyebutnya sebagai song selector yang adalah teman-teman kita, yang kami tahu punya selera musik yang bagus dan satu selera dengan kita di Biko dan sesuai dengan genre musik di DDB, old rock, alternative 90s, anthemic pop songs era MTV. Sebelum DDB, genre tersebut tidak tersentuh ataupun cenderung dihindari oleh bar/tempat lainnya, padahal marketnya luas. Jadi yang kami lakukan adalah creating a sense of like-minded community dan embracing the nostalgic feeling through those music genres. Hasilnya euforia, dan format karaoke versi DDB sendiri."

"Dan, kenapa kami membuatnya setiap Kamis? Karena kalau weekend sudah pasti ramai. Di usia gue, weekend sudah tidak menjadi hari untuk hangout, karena gue pribadi memilih untuk di hari-hari biasa. Jadi, kayanya menyenangkan ya kalau ada kesenangan-kesenangan di tengah minggu. Ya, di hari Kamis," jelas Aninda Pardede, membuka obrolan.

Duck DownDuck Down Foto: dok Duck Down/sebelum Pandemi

Apa yang diucapkan Ninda bukan isapan jempol semata. Silakan saja detikers mencoba memesan meja untuk Kamis malam sekitar satu atau dua hari sebelum. Hampir bisa dipastikan semua sudah penuh terpesan. Bahkan, di masa sebelum pandemi, jika hendak mendapatkan meja pada malam karaoke, minimal memesan tempat seminggu sebelumnya.

"Bedanya lagi di kita, karena host-nya itu ganti-ganti, jadi tiap host bisa bawa teman-teman tongkrongannya. Dia tampil, teman-temannya datang. Dia muterin lagu, teman-temannya senang. Satu teriak-teriak kesenangan, yang lain juga. Hal itu menular dan menghasilkan suasana yang sangat, sangat, sangat menyenangkan. Dari situ, orang mau tahu, banyak kesini, jadi rame terus dan secara angka terbukti baik," sambung Ninda lagi.

Kepopuleran 'Karaoke Night' milik DDB ini sudah berhasil mengundang beberapa nama popular sebagai host-nya. Mulai dari Rama Dauhan, Ayla Dimitri, Rio Dewanto, Danilla, Arian13, Sammy Bramantyo dan banyak lagi. Warga masyarakat biasa juga sudah banyak yang mencicipi betapa asiknya memimpin pesta di DDB. Jika detikers ingin mencoba, ini kurang lebih cara-caranya:

"Nggak ada pendaftaran khusus atau apapun. Ya mungkin salah satunya kenal sama tim kita yang ada di DDB. Dari situ lo bisa mengajukan diri, kasih playlist lo. Nanti kita lihat, karakternya sesuai atau nggak. GItu aja," jawab Ninda.

Hal yang menarik untuk dilihat lainnya adalah, program ini seperti berjalan beriringan dengan perubahan gaya berpesta di Jakarta khususnya, yang tak lagi melulu harus memainkan musik elektronik. Bisa dengan 'Konservatif' dari The Adams, yang literally, memekakkan telinga.


"Menarik sih, karena sebenarnya konsep musik yang sing along ini bisa dibawakan oleh band, DJ dan juga konsep karaoke. Jadi kita aplikasikan perubahan gaya ini, ya contohnya di DDB ada karaoke/DJ yang membawakan lagu lagu rock ataupun anthem pop 90-an yang nostalgic. Di outlet kita yang lain, Beer Hall ada band ataupun DJ yang membawakan lagu Top 40s pop era sekarang," jelasnya lagi.

Setelah artikel ini diturunkan, mungkin Kamis depan, 'Karaoke Night' di DDB bisa dicoba. Dengan selalu berusaha mematuhi dan mengerjakan protocol kesehatan, partygoers bisa mencoba sensasi pesta yang berbeda. Tapi, tentunya wajib bertanggung jawab ya.

"Tujuan kita memang menyuguhkan konsep party yang lain. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengapresiasi, sudah pernah hadir. Terima kasih untuk kalian yang suka. Terima kasih juga buat kalian yang menobatkan kami sebagai trendsetter," tutup Ninda.

(mif/nu2)