Ajip Rosidi Meninggal, Butet Kartaredjasa Kenang Sosoknya yang Kenalkan Sastra

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 30 Jul 2020 08:45 WIB
Budayawan Ajip Rosidi
Ajip Rosidi meninggal di usia 82 tahun Foto: Badan Bahasa Kemendikbud/ Istimewa
Jakarta -

Sastrawan Ajip Rosidi meninggal di usia 82 tahun. Kepergian Ajip Rosidi membawa duka yang mendalam bagi pencinta sastra, karena lewat karya-karyanya karya sastra klasik dikenalkan ke masyarakat.

Butet Kartaredjasa mengenal sosok Ajip Rosidi saat berjumpa dengannya pada Februari 2017. Ia menyebut Ajip Rosidi adalah orang yang menyebabkan dirinya mencinta sastra dan buku-buku terbitan Pustaka Jaya.

"DONGENG AJIP. Mengenang Pak Ajip Rosidi yang malam ini meninggalkan kita, saya share lagi dongeng beliaune yang jenaka. Selamat jalan Pak Ajip. Terima kasih telah menyebabkan saya mencintai seni sastra, melalui bacaan buku2 terbitan Pustaka Jaya tahun 1970an," tulis Butet Kartaredjasa di akun Facebook, seperti dilihat detikcom, Kamis (30/7/2020).

Unggahan yang disertai foto Butet dan Ajip Rosidi yang tengah minum teh manis itu berada di beranda rumah. Sutradara teater itu menuliskan ia bertemu dengan Ajip di kediamannya di Mungkid, Magelang.

Lewat sebuah catatan kecil yang berjudul Spesies Keledai Anyar, Butet menceritakan pertemuannya tersebut. Saat itu, Ajip Rosidi yang aktif di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menceritakan tentang kisah Asrul Sani yang melobi Gubernur DKI pengganti Ali Sadikin.

WS Rendra saat itu ditangkap setelah membaca puisi di TIM. Asrul Sani yang dipercaya para seniman untuk menyakinkan birokrat itu tak berhasil membebaskan WS Rendra.

Ajip Rosidi pun bertanya, "Gimana Srul, Bung Karno dan Bang Ali selalu berhasil kau yakinkan soal ide2 kebudayaan,....kok kali ini gak tembus?"

"Asrul diam cukup lama, sampai akhirnya dia ngedumel,"Aku tuh praktikum dan mempelajari ilmu hewan. Semua jenis hewan kupelajari. Juga jenis2 keledai. Tapi keledai yang tadi itu aku gak tahu keledai species mana. Jangan2 ada keledai species baru ya?"," tulis Butet Kartaredjasa di akun Facebook pribadi.

Ajip Rosidi aktif menulis sejak usia 17 tahun. Pada 1952, ia menerbitkan buku perdananya Tahun-tahun Kematian dan aktif di industri buku, mempopulerkan sastra Indonesia sampai mengajar di Jepang, aktif di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Ia mendirikan penerbit Pustaka Jaya di tahun 1971. Lewat penerbitan itulah, buku-buku karya penulis Indonesia dirilis dan dikenal sampai sekarang.



Simak Video "Prosesi Pemakaman Ajip Rosidi Dihadiri Banyak Pelayat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)