Didik Nini Thowok Kenang Tampil Pertama Kali di Keraton Yogyakarta

Dian Utoro Aji - detikHot
Jumat, 22 Mei 2020 01:57 WIB
Didik Nini Thowok
Didik Nini Thowok Foto: dok detikcom
Yogyakarta -

Penari kondang Didik Nini Thowok mengenang alun-alun Yogyakarta tempo dulu. Pria kelahiran Temanggung 65 tahun yang lalu itu menilai alun-alun sekarang sudah berbeda jauh dengan jaman dahulu.

"Pertama kali kalau pasar malam itu kan ada ludruk ada ketoprak wayang wong. Sekarang sudah dak ada," kata dia dalam acara pulang kampung digital yang diselenggarakan detikcom pada Kamis (21/5/2020).

Karena kondisi yang sudah berbeda, seniman asal Jogja ini menilai anak milenial jaman sekarang sudah tidak tahu. Karena kondisi yang sudah berbeda jauh.

"Anak milenial sekarang sudah dak ada yang tahu ketoprak kayak apa, tobong wayang wong kayak apa karena sudah berubah semuanya," katanya.

Seniman yang sudah melalang buwana ke kancah dunia internasional juga mengaku memiliki kesan pertama saat tampil di Keraton Yogyakarta. Pada saat itu ia tampil pertama kali pada tahun 1974. Ia hadir untuk menari dengan judul "edan-edanan". Pada saat itu juga ia mengaku grogi tampil di keraton.

"Tampil pertama kali di Keraton saya grogi. Joget judulnya edan-edanan. Waktu itu masih Hamengkubuwono ke sembilan. Pada tahun itu 1974. Kalau saya waktu ulang tahun siapa saya kesupen(sudah lupa)," terangnya.

Karena grogi ia juga sempat nyasar ketika akan keluar dari Keraton. Ia juga mengaku takut, karena pada saat itu kondisi keraton gelap gulita.

"Saya masih ingat pertama kali masuk keraton tampil edan edan. Grogi sekali belum pernah masuk keraton. Begitu selesai tampil itu saya kesasar yang lain. Ndak ada orang gelap sekali. Takut sekali waktu itu," jelasnya.

"Akhirnya ketemu Adi dalem. Ditanya Bade tindak pundi. Punika medal( mau kemana? Itu jalan keluarnya). Itu pertama kali saya masuk keraton. Saya tertawa sendiri,"sambungnya.

Didik juga memiliki makanan khas saat di Malioboro. Ia mengaku makanan gudeg pada saat itu menjadi makanan terfavorit. Ketika ia habis main pentas ketoprak pasti mampir ke warung Mbak Endang untuk beli makan gudeg.

"Jama dahulu kan belum ada angkringan jadi gudeg itu sudah menjadi istimewa. Malioboro. Selesai habis ketoprak Sapto Mandala. Marwoto itu kita makan di warung makan Mbak Endang. Dulu dari Magelang dia Malioboro dulu beberapa saja," tandasnya.



Simak Video "Langgar Aturan, Ratusan APK Bajo dan Gibran-Teguh Dicopot!"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)