detikHot

Laporan dari Melbourne

Mengenal Konfir Kabo, Pengacara yang Rumah Mewahnya di Australia bak Galeri

Senin, 24 Jun 2019 20:04 WIB Eny Kartikawati - detikHot
Foto: Rumah Konfir Kabo / Eny Kartikawati Foto: Rumah Konfir Kabo / Eny Kartikawati
Melbourne - Menyusuri kawasan St Georges Road, Toorak, Melbourne, kami, rombongan wartawan dari Jakarta bersama tim Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, berhenti di depan sebuah rumah dengan cat putih dan dihiasi pilar. Rumah tersebut milik orang Indonesia yang sukses berkarier di Melboure, Australia sebagai pengacara. Dia adalah Konfir Kabo.

Konfir Kabo menyambut kami di rumahnya dengan penuh kehangatan. Begitu pintu rumahnya dibuka, kami dibuat terkagum-kagum dengan berbagai properti yang di dalamnya. Penikmat seni kontemporer dimanjakan matanya di rumah Konfir.

Dari ruang utama hingga taman belakang rumah, berbagai karya seni kontemporer dari seniman Indonesia menghiasi rumah pria asal Makassar tersebut. Pada area ruang utama misalnya bergantung di langit-langit yang sekilas mirip lampu chandelier. Ternyata lampu-lampu yang ternyata berbentuk kondom itu merupakan karya seniman Cecilia Patricia Untario berjudul Lust Caution 2.

Dan Konfir hapal seluruh koleksi seni kontemporer Indonesia yang tersimpan di rumahnya itu termasuk kisah di balik karya seni tersebut. "Because I love it. Karya seniman Indonesia sangat berbeda dengan yang lain karena sangat personal," ujarnya saat ditemui Detikhot bersama sejumlah media Indonesia lainnya di rumahnya di kawasan St Georger Road, Torak, Melbourne, Australia, Senin (24/6/2019).


Mengenal Konfir Kabo, Pengacara yang Rumah Mewahnya di Australia bak GaleriFoto: Rumah Konfir Kabo / Eny Kartikawati
Konfir kemudian menceritakan tentang karya Maria Indria Sari, seniman kontemporer Indonesia pertama yang karyanya dia beli. "Ini tentang ibu dan anak. Saya beli 2011. Detailnya sangat bagus. Di situ ditulis cerita yang diceritakan Maria pada anaknya," ujarnya.

Setelah membeli karya Maria, Konfir tidak bisa berhenti untuk terus memilliki karya-karya seniman kontemporer Indonesia. Pada ruangan utama di rumahnya, terpajang karya-karya seniman kontemporer Indonesia mulai dari Entang Wiharso, FX Harsono, Heri Dono, Patricia Untoro Uji 'Hahan' Handoko Eko Saputro, I Made Suarimba 'Dalbo', Art of Whatever hingga Aditya Novali.

Dan bukan hanya di rumahnya saja Konfir menyimpan koleksi-koleksi seninya. Dia juga memiliki ruang penyimpanan lain yang berjarak 20 km dari rumahnya. Di tempat itu dia menyimpan banyak koleksi seninya yang lain yang berukuran besar dan tidak tertampung di rumahnya. Sebagian besar adalah koleksi seniman Bandung, Tisna Sanjaya. Beberapa koleksinya juga dititipkan di sejumlah kampus di Melbourne, Australia.

"95% yang ada di rumah ini Indonesian art," kata Konfir yang juga mengoleksi karya seniman dari negara lain seperti China dan Rusia.

Begitu banyaknya karya seni di rumahnya, istri Konfir, Monica Lim sampai harus mewanti-wanti suaminya saat pria tersebut terbang ke Indonesia untuk menghadiri pameran seni. "Dia bukan bilang semoga selamat atau hati-hati ya, tapi jangan beli (karya seni-red) lagi ya," ucap Konfir seraya tertawa.

Meski sudah tinggal di Australia selama puluhan tahun, Konfir masih sering terbang ke Indonesia selain untuk mengurus bisnis juga menghadiri pameran seni. Dia nyaris tidak pernah absen menghadiri Art Jog.

Konfir pun kerap menggelar atau mensposori pameran karya seniman Indonesia. Pria 45 tahun itu sudah empat kali menggelar pameran seni kontemporer Indonesia yang dikoleksinya. Pameran pertama digelarnya di Roma pada 2014. Kemudian pada 2016, dia melalui yayasan Project 11, mengadakan pameran Crossing: Beyond Baliseering bersamaan dengan digelarnya Mapping Melbourne.

Ketertarikan Konfir pada seni terjadi saat dia mencoba menjalani kuliah untuk gelar bachelor of art. "Setelah jadi lawyer belajar seni tapi ternyata not that good. Saya sempat ambil bachelor of art tapi setelah anak kedua lahir tidak diselesaikan karena pada saat itu kan segala sesuatunya kita harus urus sendiri, jadi membantu istri urus anak," tuturnya.

Konfir Kabo merupakan lulusan dari Monash University dengan double degree Bachelor of Law/Bachelor of Commerce. Selain menjadi pengacara, Konfir juga memiliki sejumlah bisnis. Dia pernah memiliki banyak pom bensin di Australia, namun sudah dijualnya. Dia juga mempunyai sejumlah restoran. Istrinya pun memiliki label fashion di Melbourne, Fame Agenda.

Sudah memiliki banyak koleksi seniman kontemporer Indonesia, Konfir mengaku belum akan berhenti untuk terus memiliki karya-karya seni anak bangsa. Suatu hari nanti dia pun memiliki niat mulia untuk berbagai koleksi seni yang dimilikinya itu. "Semuanya akan didonasikan sebagai rekam jejak dari Indonesia," kata ayah dua anak itu.





Mengenal Konfir Kabo, Pengacara yang Rumah Mewahnya di Australia bak Galeri



(eny/kmb)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed