Kirnadi, Pernah Melatih Hampir Semua Marching Band di Indonesia

Serunya Dunia Marching Band Indonesia (1)

Kirnadi, Pernah Melatih Hampir Semua Marching Band di Indonesia

Astrid Septriana - detikHot
Rabu, 29 Jan 2014 10:05 WIB
Kirnadi, Pernah Melatih Hampir Semua Marching Band di Indonesia
Kirnadi (dok. pribadi)
Jakarta - Jika tak ada aral melintang, tepat hari ini Rabu (29/1/2014) film '12 Menit : Kemenangan Untuk Selamanya' akan mulai diputar. Film menarik yang inspiratif itu berkisah tentang perjuangan sebuah kelompok marching band asal Bontang, Kalimantan yang berhasil meraih kemenangan dalam sebuah lomba marching band.

Kali ini detikHOT tak akan membicarakan tentang film itu. Namun cerita kerja keras sembari memelihara harmoni dibalik sebuah tim marching band tentu selalu menarik untuk disimak. Bagaimana menyatukan unsur seni, irama musik dan keselarasan gerak badan jadi tantangan tersendiri.

Apalagi ternyata di Indonesia ini punya amat banyak kelompok marching band yang punya prestasi luar biasa. Tiap tahun ada ajang adu gengsi, Grand Prix Marching Band yang diselenggarakan saban bulan Desember-Januari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

***

Marching band di Indonesia, ada yang dikenalkan lewat sekolah atau perguruan tinggi seperti Korps Putri Tarakanita dan Madah Bahana Universitas Indonesia. Ada juga marching band yang mewakili perusahaan atau institusi tertentu seperti Marching Band Bontang Pupuk Kaltim juga Marching Band Istiqlal.

Menyebut kata marching band di Indonesia, tampaknya belum lengkap tanpa mengingat nama Kirnadi yang akrab disapa Maskir ini. Pria berusia 70 tahun ini, bisa dibilang sebagai salah satu orang yang ikut serta dalam membesarkan marching band di Indonesia.



Ia memang kuat pada latar belakang musik, ia menempa kemampuan bermusiknya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. "Disana aku ambil jurusannya alat musik tiup," ujarnya kepada detikHOT (27/01/2014). Bisa dibilang tercemplung tak sengaja ke dunia marching band ini, karena ajakan dari teman.

"Saat pertama kenal dunia marching band ini, aku langsung menjadi pelatih." Namun, untuk jadi seorang pelatih drum band bekalnya tak hanya mampu menguasai alat musik saja. Ada elemen lain yang penting disini, seperti koreografi dan baris-berbaris.

"Untuk baris-berbaris aku mendapat bekal dari pelatihan Resimen Mahasiswa, jaman dulu kan ini ada. Dilatih baris oleh tentara, ini jadi modal," kata pria yang kini menetap di Kota Solo.

Saat itu marching band masih merupakan hal yang baru. Ia mulai melatih pada tahun 1977. Baru setahun mengajar, ia akhirnya mampu membawa kelompok yang dilatih untuk ikut kompetisi di negeri Belanda.

Dari sini ia mulai melihat bahwa Indonesia banyak tertinggal oleh negara lain dalam bidang marching band.

"Akhirnya saya mulai berjuang untuk menciptakan marching band yang profesional di Indonesia. Dulu, hampir semua marching band di Indonesia saya yang melatih.

Ia menyebutkan antara lain Marching Band Bontang Pupuk Kaltim, Marching Band Semen Padang, Korps Putri Tarakanita, Putri Santa Ursula Marching Brass, The Crescendo Corps dan masih banyak lagi. "Karena dulu enggak ada banyak pelatih, jadi hampir semua marching band pernah saya pegang," kata Kirnadi.

(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads