Candi Borobudur Dalam Kotak Memori Romo Mudji

Pameran Tunggal Budayawan Mudji Sutrisno SJ (4)

Candi Borobudur Dalam Kotak Memori Romo Mudji

- detikHot
Jumat, 10 Jan 2014 11:01 WIB
Candi Borobudur Dalam Kotak Memori Romo Mudji
Jakarta - Duduk di depan Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Rabu (8/1/2014), Mudji Sutrisno tersenyum simpul. Matanya menerawang, mencoba mengingat kenangan tentang Candi Borobudur.

"Saya seperti punya kedekatan batin dengan Borobudur," kata pria yang akrab disapa Romo Mudji ini memulai cerita.

Mudji kecil kerap mendaki candi terbesar di Indonesia itu bersama teman-teman sebaya. Hal tersebut dilakukan sebagai lomba berlari ke atas lalu turun lagi. Siapa tercepat, dialah pemenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beranjak remaja, saat ia sekolah dan berasrama di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, pengenalan terhadap Borobudur kian dalam. Romo Mudji bertemu 'guru' yang memuncakkan rasa kagum lewat sehelai daun pohon bodhi.

Daun tersebut ditunjukkan sambil membandingkan bentuk stupa Borobudur yang memang serupa. Lalu dijelaskan tentang kisah Sidharta Gautama yang mendapat pencerahan di bawah pohon itu.

"Saya seperti didorong untuk pergi ke candi tiap hari libur hanya untuk sebuah pertanyaan, 'benarkah stupa candi Borobudur merupakan 'helai-helai' daun pohon bodhi, pencerahannya Sidharta Gautama?'" ujarnya.

Sejarah masa kecil inilah yang membawa Romo Mudji berkelana mencari perbandingan dengan candi-candi budhis di Ayuthaya, Thailand, dan Angkor Watt di Kamboja.

Bahkan, ketika berada di Kamakura, Jepang, pria 59 tahun itu mendalami perkembangan budaya Budhisme-Zen yang juga ia dapati di India dan Cina.

Sketsa 'Dari Stupa Ke Stupa' hanya bagian kecil dari perenungan religiusitas Borobudur dimana di dalamnya terdapat bahasa keindahan yang jujur dan penuh warna.

(fip/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads