Sita, 23 tahun, lebih senang membaca buku fisik dibanding e-book. Alasannya, ia tidak terlalu suka berlama-lama di depan komputer atau gadget.
"Kalau saya enakan baca buku langsung begini. Kalau e-book bikin mata jadi pegal," katanya di Istora Senayan, Rabu (6/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kalau saya kan bukan gadget mania, jadi lebih senang baca buku biasa. Mungkin ada pangsa pasar sendiri buat e-book," ujar Zulmi.
Salah satu staf penerbit Mizan, Amir, mengatakan, kehadiran e-book tidak mempengaruhi penjualan buku-buku fisik karena memang memiliki karakteristik berbeda.
Mizan sendiri menerbitkan versi e-book untuk beberapa produk buku, terutama yang berkategori best seller. Harga yang jauh lebih murah didukung oleh efisiensi kertas menjadikan e-book punya pasar sendiri.
"E-book memang lebih murah, tapi buku-buku biasa pun masih tetap laris. Jadi, ada yang memang suka e-book, ada juga yang suka buku fisik. Tergantung masing-masing orang," kata Amir.
(utw/utw)











































