Ciptakan Produk Kondom Dari Origami

Mengenal Seni Origami (5)

Ciptakan Produk Kondom Dari Origami

- detikHot
Jumat, 13 Sep 2013 14:42 WIB
Ciptakan Produk Kondom Dari Origami
dok. Origami Condoms
Jakarta - Seni melipat kertas dari Jepang, atau disebut juga origami ternyata memberikan inspirasi pada banyak orang. Termasuk bagi pria asal Amerika, Danny Resnic.

Dia menemukan sebuah inovasi baru yang berbeda dari bentuk origami biasa. Apa itu? Kondom origami. Tak hanya itu, Danny juga membuat perusahaan dengan sebutan yang sama, Origami Condoms.

"Kami mencoba membuat kondom yang terasa besar dan mendekati bentuk alat kelamin yang asli untuk mendorong orang melakukan seks secara sehat," kata Danny seperti dilansir Huffington Post, (8/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produsen kondom di seluruh dunia telah mencoba membuat desain yang lebih menarik dengan tekstur dan tambahan rasa. Namun, kondom origami lebih dari itu.

"Kondom ini punya terobosan dimana bisa dilipat dan digulung (seperti layaknya origami). Ada selubung yang longgar yang ikut bergerak alami dengan gerakan tubuh sehingga masing-masing pasangan akan mengalami sensasi yang lebih dahsyat," ujarnya.

Ide ini mendatangkan kekaguman dari pihak Bill and Melinda Gates Foundation yang menyatakan bahwa kondom origami memberikan sesuatu yang positif, terutama dalam kampanye kesehatan seksual di Amerika.

Yayasan itu bahkan menawarkan $ 100.000 untuk sang inovator mendesain ulang kondom sebagai bagian dari kampanye untuk kesehatan global.

Meski demikian, kondom origami masih dalam tahap pengujian klinis dan belum dijual secara resmi sampai awal tahun 2015. Kondom ini juga harus melewati serangkaian tes dan mendapat lisensi aman dari Food and Drug Administration, badan pengawas obat dan makanan Amerika.

"Biasanya bagian yang paling rentan uji ada pada bahan lateks. Tapi, kondom origami terbuat dari silikon super lentur yang memungkinkannya dilipat dan digulung serta menahan gerakan tanpa sobek," kata Danny.

"Fokus kami adalah membuat pengalaman memakai kondom lebih menyenangkan dari yang dibayangkan. Kami hampir tidak ingin menyebutnya kondom," tambahnya.

Inovasi yang datang dari konsep origami ini mendapat respon positif dari pecinta origami dan pendiri Maya Hirai School of Origami, Maya Hirai. Menurut wanita asal Bandung itu, seni melipat kertas sudah diterima banyak kalangan.

"Menurut saya bagus ya. Itu menandakan seni melipat kertas ini bisa diterima oleh semua umur lintas generasi dan dijadikan sebuah kreativitas yang inovatif," ujar Maya.

(fip/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads