"Saya enggak pernah mencari waktu untuk sebuah ide atau inspirasi. Itu karunia Tuhan," kata Anne kepada detikHOT, Kamis (1/8/2013).
Sebagai manusia biasa, tentu ia pernah dilanda bad mood. Namun, ada strategi yang biasa dilakukan. Salah satunya dengan belajar mengolah diri melalui latihan yoga dan meditasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setiap hari bangun tidur jam 4 pagi. Antara jam 4 sampai jam 6 itu saya luangkan waktu berinteraksi dengan diri sendiri dan Tuhan," ujarnya.
Tidak itu saja, Anne juga rutin melakukan kegiatan yang disenangi yakni menulis. Udara sejuk pagi hari selalu membangkitkan semangat serta menggerakkan tangannya mencatat sesuatu yang ia sebut sebagai renungan harian.
"Saya itu kalau ada sesuatu yang mengganjal tidak bisa disimpan. Makanya saya terus merenung dan menuangkan dalam renungan harian," kata Anne.
Satu hal yang selalu dilakukan Anne adalah berusaha menyelesaikan masalah hari itu saat matahari terbenam. Sehingga dia bisa bangun dalam kondisi segar pada hari berikutnya.
Wanita kelahiran 20 Mei ini berpendapat, kunci sukses seorang desainer bukan hanya terletak pada hasil karya yang mendunia, melainkan pada keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan dan manusia di sekitar.
Inspirasi atau ide sehebat apapun tak akan berarti apa-apa jika tidak datang dari hati. Inilah mengapa saat ditampilkan diatas panggung, karya Anne Avantie lebih dari sekedar pergelaran busana semata.
"Sukses buat saya itu keseimbangan antara garis vertikal dan horisontal. Sukses itu ya di titik tengah. Saya selalu berusaha menjaga hati dengan mendekatkan diri pada Tuhan dan berhubungan baik dengan sesama. Energi anugerah Tuhan itu nanti bersatu membuat karunia inspirasi," ujarnya.
(utw/utw)











































