Pembatalan itu dibenarkan Sekretaris Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Provinsi Riau, Eddy Ahkmad RM kepada detikhot, Kamis (14/8/2008) di Pekanbaru. Menurut Eddy
RM pembatalan ini karena terjadi konflik yang disebabkan adanya perbedaan persepsi antara dirinya dengan MUI Pekanbaru serta beberapa ormas Islam.
Namun demikian, kata anggota DPRD Riau ini, MUI Pekanbaru seharusnya tidak saja mengecam kedatangan Jupe dan Melly. Akan tetapi harus menyoroti kebijakan Pemkot Pekanbaru yang memberikan legalitas atas lokalisasi Teleju yang akan dijadikan tempat acara bergoyangnya Jupe dan Melly.
βMengapa hal itu tidak disikapi oleh MUI?. Apa hukumnya Pemkot Pekanbaru memberikan akte kelahiran bagi anak-anak PSK itu. Dan apa sikap MUI terhadap kebijakan Pemkot
mengaspal jalan menuju ke lokalisasi termasuk mendirikan sekolah negeri dan Puskesmas di tempat itu juga. Bukan ini sebagai bentuk melegalkan aktivitas pelacuran juga,β kata Eddy.
Kendati demikian, Eddy sudah sepakat untuk membatalkan kedatangan Jupe dan Melly. βSaya mengalah, acara saya batalkan,β kata seniman itu.
Sementara itu tokoh masyarakat dan pendiri Provinsi Riau, Wan Ghalib menyebut, apa yang dilakukan Eddy RM di lokalisasi tersebut, sebagai bentuk gerakan protes terhadap kebijakan Pemkot Pekanbaru yang tidak konsisten dalam menyikapi keberadaan lokalisasi. Di satu sisi mereka ingin melakukan penggusuran, di sisi lain justru mereka membuat kebijakan sepertinya melegalitaskan Teleju itu.
(cha/yla)











































