Dalam surat penolakan yang dikeluarkan Ketua MUI Pekanbaru, Ilyas Husti menyebutkan, ormas Islam lainnya juga tidak mengizinkan rencana kedatangan Jupe dan Melly ke Pekanbaru. Kedua artis itu direncanakan partai demokrasi kebangsaan (PDK) Riau, akan memeriahkan tujubelasan di lokalisasi Teleju, Pekanbaru.
Atas rencana itu, MUI dan ormas Islam, mengimbau kepada semua pihak untuk tidak memberikan izin segala bentuk hiburan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama serta kebudayaan melayu. Kepada semua ormas Islam untuk merapatkan barisan dalam memerangi amar maβruf nahi munkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eddy yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau itu rencana mengundang kedua artis seksi itu untuk memeriahkan acara tujubelasan di lokalisasi. Jupe dan Melly diharapkan dalam mengikuti jalannya upacara bendera di lokalisasi.
Bagi Eddy memeriahkan hari kemerdekaan telah dijamin oleh konstitusi negara ini sendiri. Dan sesuai dalam Undang-undang Dasar, bahwa kemerdekaan merupakan hak semua bangsa.
βJadi tidak ada nilai dan aturan yang saya langgar di sana. Justru yang menjalankan amanah konstitusi itu sendiri, terutama menyangkut soal hak warga negara dalam menikmati dan memperingati hari kemerdekaan,ββ terang Eddy.
Menyangkut larangan kedua artis panas tersebut, Eddy justru berkilah. Kalau yang menjadi keberatan soal perilaku artis dimaksud, dirinya menjamin tidak akan terjadi tindakan pulgar dan erotis selama mereka hadir di Pekanbaru.
βSaya telah buat komitmen dan perjanjian kepada mereka, untuk tampil dengan sopan bahkan wajib mengenakan baju kurung ala Melayu Riau,ββ tegas Eddy yang mengaku, dari dua artis dimaksud, baru Melly Zamri yang menyatakan kepastian. Sementara Jupe, masih dalam negosiasi soal jadwal dan waktunya yang masih belum dapat dipastikan.
(cha/yla)











































