"Sumpah pocong di agama nggak ada ya. Tapi kalau sumpah Alquran, ya ayo," tantang balik ibu 3 anak itu, saat menggelar jumpa pers di Gedung GKBI, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Maia pun menuding Dhani bak maling teriak maling. Sebab, kata dia, Dhani berani menudingnya tukang mabuk seperti dia tidak pernah mabuk saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kasus anak, Maia menceritakan bagaimana anak-anaknya dibuat takut oleh Dhani. Semisal ketika di handphone Al ditemukan video jokes porno, di depan guru sekolah, Al mengaku klip tersebut diterima dari Tante M.
"Tapi setelah itu, Al langsung SMS saya, bilang kalau video itu bukan dari Tante M yang mantan teman saya itu. Tapi saya ragu SMS-nya panjang sekali dan rapih," cerita perempuan berambut pendek tersebut.
Selain itu, kata Maia lagi, anak-anaknya diberi Dhani masukan yang tidak sepantasnya. Salah satunya mengajarkan mereka, jika laki-laki tidak suka musik rock atau sepak bola itu banci.
"Saya punya bukti lagi kalau bapaknya itu pernah menganjurkan anak-anak nggak usah sekolah. Dan hari ini, Al itu dijemput sama bapaknya jam setengah dua belas siang, ketika sekolah masih jalan sampai tasnya ketinggalan. Ini kan kelihatan banget bapaknya seperti apa," imbuh Maia berapi-api.
Karena sikap Dhani tersebut Maia dan pengacaranya pun berencana meminta pada Majelis Hakim sidang cerainya agar Al, El, Dul bisa keluar dari rumah yang ditempati mereka bersama suaminya di kawasan Pinang Mas, Pondok Indah. Pengacara Maia, Elza Syarief bertutur, kalau Al, El dan Dul terus bersama Dhani, prestasi mereka di sekolah bisa anjlok. (ana/kee)











































