Bagaimana awal dara berdarah Jerman ini melenggang di ajang Puteri Indonesia? "Sebenarnya sih secara nggak sengaja aja. Bokap daftarin gue, terus ya gue ikut. Awalnya sih nggak niat banget," cerita penggemar olahraga selancar itu kepada detikhot belum lama ini saat berbincang di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan.
Ketidakniatannya ditunjukkan Nadine dengan tidak menyiapkan kostum untuk tampil. Barulah saat lolos 10 besar ia sibuk menyiapkan kostum. Begitu santainya Nadine dikarenakan ia menganggap ajang bergengsi itu sebagai casting film saja. "Kebetulan liburan kuliah, ya aku ambil aja. Terus menang, ya udah. Anggap aja lolos casting film," ujar Nadine seraya tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan Nadine meraih bintang diteruskan ke ajang Miss Universe 2006 di Shirine Auditorium, Los Angeles, USA. Ia pun menyabet juara 2 untuk Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan.
Namun hal memalukan terjadi pada putri wakil Indonesia itu, Nadine dinilai tidak lancar berbahasa Inggris. Ia menjawab pertanyaan juri Miss Universe dengan terbata-bata dan sering kali melenceng dari konteks pertanyaan. Akhirnya pada sesi tanya jawab selanjutnya, Nadine pun menjawab dengan bahasa Indonesia dengan menggunakan jasa penerjemah.
Begitu pulang ke Indonesia berbagai kontroversi datang. Termasuk menyebut kalau Nadine hanya bermodalkan paras yang cantik, namun tidak ada isinya. Bagaimana Nadine menanggapinya?
"Ya emang begitu keadaannya, itu sih hak mereka. Itu motivasi. Buat apa dilawan, yang penting aku bicara daripada banyak bicara. Ya coba aku bilang, aku bukan hanya modal tampang," tandasnya.
Meski demikian, cap buruk itu masih saja melekat dalam diri Nadine Chandrawinata. Apakah Nadine akan menyerah? Apa saja yang akan dilakukan Nadine untuk membuktikan kata-katanya? Apa yang dinginkan Nadine selanjutnya? (ebi/ebi)











































