Apok, pembantu rumah tangga Dhani, menjadi saksi di sidang cerai pasangan dengan tiga anak itu. Karena ikut dalam sidang, otomatis ia pun melihat langsung ketika Maia-Dhani berdebat.
Ia menceritakan perdebatan terjadi karena meributkan masalah paspor Al, El dan Dul. "Mba Maia menanggapinya dengan emosi, membentak-bentak, menangis segala, sampai diberhentikan hakim," urai Apok saat ditemui di studio milik Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2008).
Saat sidang cerai, Apok menuturkan soal peristiwa dikeluarkannya barang-barang Maia oleh Dhani dari rumah. Menurutnya saat kejadian itu Maia berada di rumah.
Kesaksian Apok tersebut dibantah pengacara Maia, Sheila Salomo. Dijelaskan Sheila, Maia tak ada di rumah karena sedang umroh.
Apok rupanya tak terima jika disebut pembohong. "Kalau ibu Sheila bilang nggak benar, saya berani tantang ibu Sheila untuk debat terbuka dengan saya," ujar Apok yang mengaku kerap melihat Maia melakukan KDRT pada Dhani itu.
Pria yang sehari-hari dekat dengan Dhani itu kemudian mengatakan kalau selama ini Maia tak pernah mengurus ketiga anaknya. "Dia nggak pernah nyuapin anaknya."
Kuasa hukum Dhani, Lidya Wongsonegoro menegaskan saksi-saksi yang dibawa pihaknya, seperti Apok, adalah saksi yang tahu benar rumah tangga pasangan musisi itu. Selain Apok dan dua orang lain yang sudah bersaksi, Dhani siap membawa saksi lainnya ke sidang cerai.
Pengacara Dhani lainnya, Dedi Mulyadi menambahakan kalau saat ini perceraian Maia-Dhani tengah fokus pada masalah hak asuh anak. Selain hak asuh sebenarnya juga ada pokok permasalahan lain yaitu harta gono-gini.
Soal hak asuh anak, Dedi mengaku kalau Dhani akan berjuang sampai tingkat hukum yang paling tinggi. "Jika tidak tercapai, kita akan ajukan banding, kasasi dan PK (peninjauan kembali-red)," tandasnya.
(eny/eny)











































