Selama wawancara, di kediamannya kawasan Bintaro Jaya, Minggu (18/5/2008) malam, Roma terus merangkul pundak mamanya. Berikut lanjutan petikan wawancara dengan Widya:
Ada kata-kata terakhir dari almarhum?
Yang aku ingat dari kata-kata Sophan terakhir adalah misi kita berhasil, misi kita berhasil (Widyawati menangis ketika mengucapkan kata-kata, 'misi kita berhasil').
Ada komunikasi terakhir dengan anak-anak?
Kalau dengan anak-anak nggak sempat karena selama pergi di atas motor itu nggak kontak-kontakan. Kalau dengan aku, dari tanggal 12 (12 Mei-red) sebelum berangkat, yang bangunin aku itu dia, dan karena dia ada acara di Monas dulu, jadi yang anterin aku adalah Roma.
Apakah ada cita-cita atau keinginan almarhum yang belum tercapai?
Seperti yang saya bilang tadi, dia sangat menginginkan sekali Indonesia makmur, makmur yang sebenar-benarnya. Itu merupakan cita-cita dia, karena dengan makmur, cucu kita akan makmur, nggak kesusahan.
Merasa almarhum masih ada?
Saya nggak bisa jawab itu, kayak mimpi ya (Widya berhenti bicara. Ia menangis).
Memang saya merasa masih ada, karena ini rasanya beda. Kalau orang yang ditinggal melalui sakit, pastinya sudah siap mental. kalau seperti ini (Widya benar-benar tak bisa lagi bicara, ia menangis tersedu-sedu. Putranya Roma kemudian membawanya masuk ke dalam rumah).
(eny/eny)











































