Ketika ayah dari suaminya Bambang Tri itu meninggal, Mayang rajin mengadakan pengajian di rumahnya di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Selama tujuh hari, ia mengundang warga sekitar untuk mendoakan almarhum Soeharto.
Kini 100 hari sudah mertuanya itu wafat. Namun di rumah Mayang di kawasan Simprug, tampak sepi-sepi saja.
"Nggak ada orang di rumah," begitu kata salah satu petugas keamanan yang menjaga rumah pelantun 'Harus Malam Ini' itu ketika disambangi Minggu (4/5/2008) malam.
Di rumah Mayang yang lain yaitu di kawasan Jl. Tasikmalaya, tak jauh dari Cendana, juga sepi. Tak tampak ada aktivitas berarti di rumah besar itu.
Mayang yang tak menggelar pengajian di Jakarta, rupanya bukan berarti tak peduli lagi pada almarhum Soeharto. Ia menggelar pengajian memperingati 100 hari wafatnya mantan Presiden itu di tanah kelahirannya, Purwekerto. (eny/eny)











































