Ketika bersama The Rollies, band yang membesarkan namanya, Gito berkenalan dengan narkoba. Kehidupan Gito berubah total. Di tahun 1974, ketika tengah berada di atas pentas, tiga personel The Rollies, Deddy Sutansjah, Iwan Krishnawan dan Gito kolaps.
"Baru setengah pertunjukan kolaps, kita atasi mereka, dikasih obat dulu baru bisa bangun lagi. Dari situ saya ambil keputusan Deddy mengundurkan diri, Iwan dan Gito di-skors," ujar Benny berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (29/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang, sempat nggak kamu berpikir kalau semua orang, orang tua sering ngelihat kamu nangis. Beritanya negatif mulu. Dia cuma minta kamu buat senyum. Rupanya dia tergugah dan pulang ke rumah," jelas Benny.
Benny terakhir kali berjumpa Gito sekitar 6 bulan lalu. Saat itu Gito sudah sakit dan kesehatannya naik turun. Namun sempat sesekali Benny melihat sahabat karibnya itu sehat sekali.
"Mungkin karena dia senang mendaki gunung, panjat tebing, jadi badannya sehat banget. Belakangan dia kena kanker kelenjar getah bening, ya kita mau bilang apa," tutur Benny.
Sempat di tahun 1974, Gito kesakitan di atas panggung. Ketika ia meloncat dan membungkuk, Gito kesulitan untuk berdiri lagi. Menurut Benny penyakit Gito bisa saja sudah lama bersarang di tubuhnya, namun rocker bersuara serak itu sering tak ambil pusing.
Benny melihat keputusan Gito untuk menekuni agama 10 tahun lalu adalah langkah yang terbaik. Namun sejak awal, Benny tahu bahwa jalan agama adalah diri Gito yang sebenarnya.
"Dia dekat dengan agama wah hebat. Saya senang sekali. Saya tahu pribadi dia yang sebenarnya ya seperti dia sekarang ini. Saya selalu yakin sama dia," kisah Benny.
Setelah kepergian Gito, personel asli The Rollies tinggal Benny dan TZ Iskandar sang pemain saxophone. Iskandar pun kini tengah berbaring di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung, pasca operasi kanker usus dan kandung kemih 2 minggu lalu.
(yla/yla)











































