"Saya dan Gito Rollies sering bersama saat saya masih muda dulu. Kita bertemu mulai akhir 1960-an," kata Eros saat berbincang-bincang dengan detikhot, Kamis (28/2/2008) malam.
Sebagai musisi saat itu, Gito yang datang dari Bandung, merupakan pribadi yang sangat ramah. "Juga gemar bercanda. Bahkan, bercandanya sangat konyol. Tapi orang tidak akan bisa marah sama dia," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eros merasa kehilangan atas meninggalnya Gito. Ketua Umum PNBK ini mendengar berita meninggalnya Gito menjelang isya. "Malam ini, saya akan menuju rumahnya bersama teman-teman," ucap Eros.
Gito meninggal dunia di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan sekitar pukul 18.45 WIB. Perjalanan hidup Gito sungguh penuh warna. Bergelimang dalam minuman keras dan narkoba di masa mudanya, namun sejak sepuluh tahun lalu Eros menjadi orang yang sangat relijius. Berdakwah adalah aktivitas rutinnya.
(asy/yla)











































