Badan Memar hingga BB Anjlok 6 Kg, Perjuangan 3 Bintang Drama Kolosal

Badan Memar hingga BB Anjlok 6 Kg, Perjuangan 3 Bintang Drama Kolosal

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 19 Okt 2026 21:06 WIB
3 pemain drama kolosal
3 pemain drama kolosal saat ditemui di kawasan Trans TV, Jakarta Selatan. Foto: Febri/detikhot
Jakarta -

Di balik aksi pertarungan dalam drama kolosal, ada perjuangan fisik yang tak main-main. Aris Kurniawan, Ahmad Affandy, dan Reiner Manopo punya pengalaman ekstrem selama menjalani syuting, mulai dari tubuh penuh memar, berat badan turun drastis, hingga harus mengulang adegan laga puluhan kali.

Aris Kurniawan mengaku, sudah terbiasa mengalami luka dan memar saat menjalani adegan perkelahian. Benturan senjata, kostum perang berbahan logam, hingga terjatuh dari kuda menjadi risiko yang kerap dihadapinya, terutama saat memerankan tokoh antagonis.

"Pernah, sering. Kalau luka tuh sering ya, kalau memar, kadang-kadang nih cedera karena kostum ya, kan besi nih, tembaga. Tuh kalau lagi fight, ya kena. Jatuh dari kuda juga," kata Aris saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tak hanya menghadapi risiko cedera, Aris juga harus berurusan dengan kostum yang kotor akibat keringat dan aktivitas di lokasi syuting. Demi menghindari masalah kulit, ia memilih mencuci sendiri kostum yang dikenakannya.

"Karena aku sendiri setiap dapat tokoh antagonis, 80% banyak fight-nya. Baju kotor, kena keringat kuda, secapek-capeknya cuci sendiri. Daripada nanti kita gatal-gatal kan pas take," ujarnya.

Pengalaman tak kalah berat dialami Ahmad Affandy. Aktor tersebut mengungkapkan berat badannya pernah turun hingga 6 kilogram hanya dalam waktu dua minggu. Penurunan itu terjadi karena, harus menjalani adegan pertarungan selama berjam-jam setiap hari.

"Gua pernah pertama kali syuting itu masih berat 60 kilo, baru 2 minggu turun jadi 54 kilo. Karena fighting-nya sehari berapa jam rutin selama 4 bulan. Dari bajunya ketat sampai longgar," tutur Ahmad.

Di tengah risiko tersebut, Aris menekankan pentingnya menjaga konsentrasi dan solidaritas antarpemain. Menurutnya, adegan laga membutuhkan kerja sama yang baik karena satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal, terutama jika menyangkut area wajah dan mata.

"Makanya pemain kolosal itu harus kuat mental dan jaga solidaritas sesama tim/pemain, itu hukumnya wajib," tegasnya.

Sementara itu, Reiner Manopo punya pengalaman lain yang tak kalah menguras tenaga. Ia pernah menjalani adegan perkelahian melawan lima orang sekaligus dengan koreografi sekitar 35 gerakan.

Tak cukup hanya menghafal gerakan, Reiner harus menjalani latihan lebih dari 30 kali dan pengambilan gambar lebih dari 27 kali demi mendapatkan adegan yang sesuai.

"Saya lawan 5 orang waktu itu, dan itu dihitung ada 35 gerakan. Sementara saya harus latihan, latihannya itu udah lebih dari 30 kali. Take-nya lebih dari 27 kali," ungkap Reiner.

Banyaknya pengulangan membuat fisik Reiner terkuras. Apalagi, ia harus melakukan rangkaian gerakan tersebut sambil mengenakan kostum tempur yang berat.

"Berarti total hampir 50 sekian kali 35 gerakan, dan itu udah capek banget saya," pungkasnya.

Pengalaman ketiganya memperlihatkan proses di balik drama kolosal tak sekadar mengandalkan kemampuan akting. Ketahanan fisik, konsentrasi, dan kekompakan tim menjadi hal penting agar adegan pertarungan terlihat meyakinkan tanpa mengabaikan keselamatan pemain.



(fbr/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads